Ditutup ARA, Golden Flower Telah Melesat Segini Tiga Pekan
JAKARTA, Investortrust.id – Meski supensi saham PT PT Golden Flower Tbk (POLU) baru dibuka oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan harganya tetap saja berlanjut. Hingga sesi I, saham POLU ditutup melesat auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp Rp 130 (24,53%) menjadi Rp 660.
BEI sebelumnya membuka suspensi perdagangan saham POLU pada perdagangan Jumat (22/9/2023). Sedangkan suspensi tersebut dipengaruhi atas lonjakan harga saham perseroan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data, saham POLU melesat sebanyak 164%
Baca Juga
IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis, Saham POLU, GZCO, dan GPSO Justru Melesat
Dengan lompatan harga tersebut, saham POLU telah melesat dari level Rp 250 pada 5 September menjadi Rp 660 pada penutupan perdagangan sesi I hari ini. Sebagaimana diketahui, saham POLU sempat mengalami suspensi berkepanjangan selama 3 Juli hingga 5 September 2023.
Suspensi berkepanjangan tersebut akibat kegagalan perseroan dalam menyampaikan laporan keuangan auditan tahun 2022 dan laporan keuangan interim kuartal I-2023 sesuai dengan target.
Baca Juga
Bursa Karbon Diluncurkan Besok, Saham Kencana Energi (KEEN) Memasuki Babak Baru
“Suspensi atas perdagangan saham POLU di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I 22 September 2023,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam pengumuman resminya.
Golden Flower adalah perusahaan manufaktur dan pengekspor garmen Indonesia. Perseroan memiliki 8 fasilitas produksi yang berada di kawasan berikat (bonded zone) dan menempati tanah seluas 8 hektare dengan total karyawan sekitar 3500 orang.
