Dipicu Faktor Ini, Terbuka Peluang Revisi Naik Target Kinerja dan Saham AKR (AKRA)
JAKARTA, investortrust.id - Momentum pertumbuhan kinerja keuangan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diprediksi berlanjut tahun ini. Pertumbuhan didukung peningkatan permintaan binis perdagangan dan penjualan bahan kimia dan bahan bakar minyak.
Samuel Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin menyebutkan, pertumbuhan didukung peningkatan permintaan dari wilayah barat Indonesia. Pertumbuhan perseroan tahun ini juga akan didukung segmen logistik.
Baca Juga
Cuan Banyak dari Buyback, AKRA Gelar MESOP 156,5 Juta Saham di Rp 499
“Didukung kinerja perseroan yang kuat pada kuartal terkahir tahun lalu hingga lampaui proyeksi Samuel Sekuritas, kami memilih untuk merevisi naik target laba bersih perseroan berkisar 5-10% tahun ini,” tulis tim riset Samuel Sekuritas di Jakarta.
Tak hanya itu, Samuel Sekuritas menyebutkan berencana menaikkan target harga saham AKRA dengan rekomendasi dipertahankan beli setelah melihat performa perseroan pada kuartal terakhir tahun 2023. “Kami tetap memberikan pandangan positif terhadap saham AKRA,” tulisnya.
Berdasarkan data laporan kinerja keuangan AKRA terungkap bahwa laba bersih tahun berjalan melesat menjadi Rp 3,07 triliun tahun 2023. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebanyak 24,16% secara year on year (yoy) dari tahun 2022 sebesar Rp 2,47 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru turun 11,47% menjadi Rp 42,08 triliun tahun buku 2023, dibandingkan perolehan tahun 2022 sebesar Rp 47,53 triliun.
Baca Juga
Tambah Armada, AKR Corporindo (AKRA) Tambah Modal Anak Usaha
Meski pendapatan turun, perseoran berhasil menekan beban pokok penjualan dari Rp 43,28 triliun menjadi Rp 37,61 triliun pada tahun 2023. Alhasil laba kotor yang dicatatkan mencapai Rp 4,47 triliun tahun 2023, naik sebesar 5,19% yoy dari Rp 4,25 triliun tahun 2022.
Sedangkan laba usaha tercatat mencapai Rp 3,56 triliun tahun 2023, naik dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 3,08 triliun.Perolehan laba bersih tahun mendongkrak posisi laba per saham menjadi Rp 140,87 per 31 Desember 2023 dari Rp 121,77 per 31 Desember 2022.
Adapun total aset sebesar Rp 30,25 triliun per 31 Desember 2023, tumbuh sebesar 11,28% yoy dari Rp 27,18 triliun per 31 Desember 2022. Meski begitu total liabilitas naik menjadi Rp 16,21 triliun pada tahun 2023 dari Rp 14,03 triliun per akhir tahun 2022.
