Didukung Dua Faktor Ini, Saham Multivision (RAAM) Berpotensi Menguat
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Tripar Mutivision Plus Tbk (RAAM) diprediksi cenderung menguat didukung sejumlah faktor, seperti masuknya saham RAAM dalam perhitungan FTSE Global Equity Index dan potensi lonjakan laba bersih perseroan tahun ini.
Peluang penguatan harga saham RAAM juga didukung kehadiran sejumlah film baru, seperti film Diambang Kematian, yang mendapatkan antusiasme penonton. Film ini telah mencatatkan sebanyak 3,3 juta penonton dan penjualan film tersebut akan dicatatkan dalam laporan keuangan kuartal terakhir tahun ini.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Milik Prajogo Raih Investasi US$ 194 Juta dari Perusahaan Thailand
Seorang sumber dari pasar saham menyebutkan, kedua sentiment masuknnya RAAM dalam indeks FTSE dan suksesnya penjualan film Di Ambang Kematian akan menjadi sentiment positif terhadap pergerakan harga saham RAAM menjelang akhir tahun ini.
“Kedua faktor tersebut membuat asing mulai gencar mengakumulasi saham RAAM. Hal ini diharapkan menopang penguatan harga sahamnya dalam beberapa hari ke depan,” terang sumber tersebut di Jakarta, kemarin.
Manajemen dalam penjelasan resminya sebelumnya menyebutkan bahwa RAAMoptimistis terhadap pertumbuhan laba bersih tahun ini senilai Rp 100 miliar, menyusul kesuksesan film Di Ambang Kematian yang telah ditonton 3,3 juta orang. Sedangkan hingga September 2023, raihan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 51 miliar.
Baca Juga
Wall Street Lanjut Reli, S&P 500 Sentuh Level Tertinggi dalam 100 Pekan
“Perlu diketahui film dengan judul Di Ambang Kematian telah memecahkan rekor sebagai film terlaris kedua tahun ini. Pendapatan dari film ini belum dicatatkan dalam laporan keuangan hingga September 2023, karena film tersebut dirilis pada 28 September 2023, sehingga pendapatan film ini akantercatat pada kuartal IV tahun ini,” tulis penjelasan resmi manajemen.
Selain film tersebut, RAAM mengungkapkan, target pertumbuhan laba Rp 100 miliar didukung penjualan tiket, distribusi film, penjualan hak cipta web series, dan sinetron.
Terkait tahun 2024, manajemen RAAM menyebutkan, perseroan menargetkan produksi sekitar 13 film. RAAM juga terus beradaptasi dengan mengembangkan lini bisnis digitalnya dan telah mengakuisisi 35% saham DMS+, sebuah platform OTT yang melayani pecinta horor yang diciptakan oleh pasangan Demian Aditya dan Sarah Wijayanto.
