Daftar 10 Saham Paling Anjlok Sepekan, Sebagian di Bawah Rp 50
JAKARTA, investortrust.id – Minat beli pelaku pasar saham mulai muncul sepekan terakhir, 13 – 17 November 2023. Tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 2,47% ke level 6.977,668 pekan ini, dari level 6.809,263 pada pekan lalu.
Penguatan IHSG membuat kapitalisasi pasar saham mengalami kenaikan sebesar 3,27% menjadi Rp 11.040 triliun dari Rp 10.690 triliun pada pekan sebelumnya.
Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham justru menderita penurunan tajam, bahkan ada yang melorot hingga 37%.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, dari 10 saham mengalami penurunan terbesar, terdapat 5 saham yang harganya di bawah Rp 50. Lainnya dalam rentang harga Rp 89 hingga Rp 645 per saham.
Penurunan terdapam diderita saham PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) sebesar 37%. Tekanan yang mendera membuat saham ini turun menyentuh auto rejection bawah (ARB), pada perdagangan Jumat, (17/11/2023). Sebulan terakhir saham MENN cukup sering menyentuh ARB.
Hingga perdagangan Jumat kemarin, saham MENN tercatat bertengger di level Rp 34, anjlok 8,11% dari penutupan sehari sebelumnya.
Saham PT Leyand International Tbk (LAPD) berada di posisi kedua saham dengan penurunan terbesar sepekan terakhir. Saham yang sempat disusupensi lebih dari 3 tahun akibat masalah kelangsungan usaha ini ambles 34,6% ke level Rp 17 per saham.
Baca Juga
Posisi ketiga terboncos adalah saham PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI), turun sebesar 23,1% dari level Rp 65 per saham pekan lalu ke level Rp 50 per saham. Diketahui saham emiten penyedia layanan WhatsApp, SMS dan email, chat commerce, custom development, AI, dan Chatbot dengan fokus pasar enterprise (B2B) tersebut baru listing pada 8 Mei 2023.
Dibelakangnya terdapat saham PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) yang anjlok sebesar 21,9% dalam sepekan dari Rp 338 menjadi Rp 264 per saham. Emiten ini bergerak di bisnis minuman beralkohol yang baru mencatatkan saham di BEI pada 10 Oktober 2023.
Saham paling turun berikutnya milik PT Himalaya Energi Tbk (HADE) yang merosot dari Rp 5 menjadi Rp 4 per saham. Perusahaan ini bergerak di bisnis sekuritas khususnya perdagangan ekuitas dan derivatif.
Berikutnya saham PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) turun 18,9%, kemudian saham PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) yang turun 16,8%. Penurunan dalam saham BMAS terjadi pasca proses right issue sebanyak 9,48 miliar saham baru dengan nilai emisi Rp 3,5 triliun.
Baca Juga
Top Broker Sepekan, Mansek Himpun Nilai Transaksi Rp 8,24 Triliun
Saham baru yang diterbitkan BMAS diserap oleh Kasikom Vision Group selaku pemegang saham pengendali bank tersebut.
Kemudian saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) turun 16,3%, disusul saham Estee Gold Feet Tbk (EURO) sebesar 16% dan saham PT Intan Baru Prana turun 16% dalam sepekan.
P.H. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmadi mengatakan, meski IHSG dan kapitalisasi pasar menguat, indikator perdagangan lainnya mengalami penurunan sepekan terakhir dibanding pekan sebelumnya.
‘’Penurunan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian saham sebesar 11,35% selama sepekan, yaitu menjadi 16,94 miliar lembar saham dari 19,11 miliar lembar saham pada pekan lalu,’’ paparnya dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (18/11/2023).
Rata-rata nilai transaksi harian saham selama sepekan mengalami penurunan sebesar 32,42% menjadi sebesar Rp 8,63 triliun dari Rp 12,77 triliun pada sepekan yang lalu.
Perubahan sebesar 3,45% terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian saham selama sepekan, menjadi 1.076.690 kali transaksi dari 1.115.185 kali transaksi pada pekan lalu.
