Bos IFG Ungkap Penentu Sukses Asuransi, dari Risk Management Sampai Klaim
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Indonesia Financial Group, Hexana Tri Sasongko mengungkapkan industri perasuransian harus terus mengedepankan risk management dalam operasional bisnisnya. Aspek pengelolaan risiko menentukan keberlanjutan bisnis asuransi di tengah berbagai tantangan zaman.
Hexana merujuk pada kondisi saat ini Ketika industry menghadapi tantangan karena tingginya tingkat suku bunga yang berdampak pada sejumlah industri, termasuk asuransi. Oleh karena itu untuk mengelola risiko perubahan maka perusahaan asuransi harus adaptif dan antisipatif dalam menghadapinya.
“Kita menjadikan asuransi sebagai risk manager, jadi mengerti risiko atas apa yang kita tanggung sehingga bisa menahan risiko itu berapa dan ada manajemen risiko, termasuk capital allocation,” ujar Hexana, dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Jumat, (24/11/2023).
Baca Juga
Pendapatan Asuransi TUGU dari Investasi Obligasi Melesat, Berikut Pemicunya
Selain risk management, lanjut Hexana, perusahaan asuransi juga perlu memperkuat seluruh produknya untuk disesuaikan dengan kondisi saat ini. Perusahaan asauransi juga dituntu mengedepankan transparansi dengan standar yang baru.
“Dan yang paling terpenting adalah memproses klaim secara wajar dan bagaimana menangani dengan baik setiap keluhan dari para nasabah,” tandas Hexana.
Di lain sisi, penerapan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) 74 juga menjadi hal positif bagi industri ini. “Penerapan PSAK 74 adalah perubahan yang dramatis bagi industri asuransi, jadi ada implikasi accounting, operasional, dan yang terpenting adalah implikasi leadership, psikologi dan manajerial di perusahaan asuransi,” kata Hexana. (CR-13)
Baca Juga
Wapres Tekankan Pentingnya Asuransi untuk Memitigasi Risiko Ketidakpastian
