Bos BCA: Teknologi Pangkas Waktu Pembuatan Produk
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, penerapan teknologi dalam industri perbankan sangat bermanfaat untuk berbagai hal. Salah satunya, dapat memangkas waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan suatu produk.
“Di BCA sendiri, dulu sebelum kita terapkan teknologi, untuk bikin program termasuk perizinan itu bisa memakan waktu paling cepat sekitar satu tahun sembilan bulan,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (3/5/2024).
Jadi bisa dibayangkan, lanjut Jahja, bagaimana suatu bank bisa maju dengan cepat kalau proses pembuatan produknya saja memakan waktu lama seperti itu. Alasan lamanya waktu yang dibutuhkan, karena dulu masih menerapkan sistem waterfall.
Artinya, jika suatu produk sudah terbentuk kemudian diturunkan ke bawah, jika terlihat kekurangan atau ketidakcocokkan dengan sejumlah hal, maka akan kembali lagi naik ke atas. Jadi tidak akan selesai dengan cepat.
Baca Juga
Buah dari Transformasi, Bos BCA Sebut Transaksi Digital Capai 140 Juta per Hari
“Belum lagi ada persetujuan yang banyak sekali, ini yang menyebabkan lama. Belum lagi kita submit ke regulator ya perlu waktu untuk approval izin, kata Jahja.
Dikatakan, berangkat dari hal ini BCA menganggap penerapan teknologi khususnya dalam proses pembuatan produk sangat penting. “Ketika di awal kita mulai mengembangkan digitalisasi memang sudah merekrut orang. Karena kita sadar bagaimana membaangun bisnis yang baik bagi sebuah perusahaan besar,” jelasnya.
Di BCA, tambah Jahja, terdapat bagian yang biasa disebut hustler. Tugasnya adalah perlu mencari tahu kebutuhan nasabah. Hustler ini berbekal pengetahuan yang baik karena akan menentukan apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen, sehingga pembuatan produk tidak akan sia-sia.
Baca Juga
Dorong Pendidikan Indonesia, BCA Apresiasi Sekolah yang Tunjukkan Peningkatan Mutu
“Setelah itu hustler datang dan membicarakannya kepada hipster. Hipster ini orang yang mendesain atau arsitek. Jadi harus ada arsitek yang mendesain dulu,” ucapnya.
Kemudian, terakhir ada tim hacker. Tim ini bukan ditujukan untuk mencuri data, namun berfungsi untuk membuat program-program komputer.
Dengan koordinasi yang solid antara tiga bagian ini, dapat melahirkan program-program yang bagus dan cepat kepada nasabah. “Hasilnya, yang tadinya satu produk bisa setahun lebih, saat ini bisa dibilang dalam seminggu bisa selesai, dan berbarengan,” kata Jahja.
