BNI Laporkan Modus Penipuan Biaya Transfer ke Polisi
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) bergerak cepat merespons penipun dengan modus kenaikan biaya transfer. Untuk mencegah jatuh korban, BNI telah melaporkan dugaan tindak pidana kejahatan informasi dan transaksi elektronik ke Polda Metro Jaya.
Berdasarkan pantauan, penipuan mencatut nama BNI ini berkedok kenaikan biaya transfer antar bank. Informasi palsu dan menyesatkan ini disebarluaskan melalui aplikasi pesan elektronik, email, mapun media sosial secara massif.
Melalui rilis yang dipagikan pada media massa, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan, BNI telah melaporkan modus penipuan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jumat (14/7/2023). "Pelaporan ini adalah bukti komitmen BNI dalam menjaga kepercayaan dan keamanan nasabah serta untuk mencegah kasus serupa terulang di masa mendatang," ujar Okki.
Baca Juga
Untuk mencegah dampak buruk lebih jauh, BNI berjanji bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memberikan keterangan serta data atau dokumen yang diperlukan dalam rangka mengungkap kasus ini. "BNI berkomitmen untuk menangani permasalahan ini dengan serius dan bekerjasama dengan pihak berwenang untuk mengungkap siapa pelaku di balik modus penipuan terkait informasi palsu tersebut," lanjut Okki.
Modus penipuan ini mencuat setelah beredarnya informasi palsu soal perubahan biaya transfer antar bank dari BNI lewat aplikasi pesan elektronik, email, dan media sosial. Informasi palsu tersebut meresahkan masyarakat dan bisa mengganggu keamanan transaksi perbankan.
BNI juga menagaskan, tidak memiliki rencana untuk menaikan biaya transfer antar bank. Itu sebabnya, informasi yang disebarkan dengan mengatasnamakan BNI tersebut dipastikan hoax dan bagian dari praktik penipuan.
Baca Juga
Manajemen BNI mengingatkan nasabah untuk tetap waspada dan tidak membuka link atau tautan yang mencurigakan yang disebarkan melalui media apa pun. BNI juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap akun media sosial yang mengatasnamakan BNI.
Penting bagi nasabah untuk melindungi data dan informasi pribadi dengan tidak membagikan informasi bersifat rahasia ini ke pihak mana pun. "Kami harap pihak berwenang dapat mengungkap dengan cepat pelaku di balik kasus ini agar keamanan dan kepercayaan dalam sistem perbankan tetap terjaga," tutup Okki.
