BI Rate Bertahan, Inflasi Indonesia Akan Terkendali?
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 6,25% akan membuat posisi inflasi Indonesia tetap terkendali di kisaran 3%. Josua memprediksi inflasi 3% akan berlangsung hingga akhir tahun.
"Sementara pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tetap solid di kisaran 5,0%-5,1% sepanjang 2024 ini," kata Josua kepada investortrust.id, Rabu (22/5/2024).
Josua mencatat, inflasi di Indonesia telah mengalami penurunan sejak April 2024. Penurunan inflasi ditandai dengan peningkatan permintaan diimbangi oleh peningkatan pasokan makanan karena musim panen.
Baca Juga
Ekonom: Keputusan Pertahankan Bisa BI Rate Ciptakan Stabilitas Tukar Rupiah
"Namun demikian, risiko eksternal dan domestik tetap ada," kata dia.
Risiko eksternal, kata Josua, yaitu tidak terburu-burunya the Fed menurunkan suku bunga akan membatasi potensi aliran modal masuk. Sementara itu, dari sisi internal, penyempitan surplus perdagangan yang berimplikasi pada pelebaran defisit neraca transaksi berjalan kuartal I-2024.
"Ini disebabkan risiko pelebaran defisit yang berlanjut di kuartal II-2024, terutama didorong pola musiman dari puncak pembayaran instrumen keuangan Indonesia kepada non-residen di setiap kuartal II," ujar dia.
Baca Juga
Staf bidang Ekonomi, Industri, dan Global Market Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memiliki keyakinan yang serupa. Dia mengatakan inflasi Indonesia dia prediksi akan berada di bawah 2,9%.
"Asalkan tekanan imported inflation terjaga, yaitu US$/Rp masih di bawah Rp 16.340 dan harga minyak dunia masih di bawah US$ 104 per barel sehingga tidak ada kebijakan harga energi oleh pemerintah," kata dia.
Myrdal mengatakan dengan dukungan daya beli masyarakat yang tetap terjaga, pertumbuhan ekonomi diprediksi tumbuh di kisaran 5,06% pada tahun ini.
