Allianz: Pasar Asuransi di Indonesia Masih Prospektif
JAKARTA, investortrust.id - Allianz telah mempublikasikan laporan terbarunya bertajuk ‘Global Insurance Report’, yang memberikan gambaran tentang perkembangan industri asuransi di seluruh dunia. Salah satu hasilnya, Indonesia masih menjadi pasar yang prospektif bagi industri asuransi.
Berdasarkan laporan tersebut, industri asuransi global tumbuh dengan estimasi 7,5% di tahun lalu. Pertumbuhan ini jadi yang tercepat sejak 2006, atau setahun sebelum krisis keuangan global. Secara keseluruhan, perusahaan asuransi di seluruh dunia menghasilkan total premi EUR 6,20 triliun atau setara Rp 109.060,28 triliun.
Dari total tersebut, asuransi jiwa mencatatkan premi premi EUR 2.620 miliar atau Rp 46.072,66 triliun, asuransi umum sebesar EUR 2.153 atau Rp 37.866,13 triliun, dan asuransi kesehatan yaitu EUR 1.427 atau Rp 25.101,67 triliun.
Berbeda dengan 2022, saat peningkatan premi global utamanya didorong oleh segmen asuransi umum, di tahun lalu menunjukan capaian yang kurang lebih berimbang. Dimana premi asuransi jiwa tumbuh 8,4% secara tahunan, asuransi umum naik 7,0%, dan asuransi kesehatan meningkat 6,6%.
Baca Juga
Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Allianz Syariah Kedepankan Transparansi Bisnis
Dalam laporan tersebut juga menunjukan, pasar asuransi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang solid di 2023, dengan peningkatan premi sebesar 3,6% menjadi EUR 16,8 miliar atau setara Rp 295,49 triliun.
Namun dari pertumbuhan ini, menunjukan kondisi yang berbeda antara asuransi jiwa dan asuransi umum. Untuk asuransi jiwa, preminya secara industri tercatat menurun 7,4% pada 2023, sementara untuk asuransi umum preminya naik 24,2%.
Namun begitu, ke depannya laporan ini menunjukan prospek pertumbuhan industri perasuransian di Indonesia yang semakin tinggi, dengan pertumbuhan 8,0% per tahun secara keseluruhan.
“Di Allianz Indonesia, kami juga melihat pertumbuhan di lini bisnis asuransi jiwa dan umum, terutama asuransi umum yang mencatat pencapaian dua digit di 2023,” ujar, Country Manager dan Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz, dalam keterangan resmi, Jumat (21/6/2024).
Baca Juga
Allianz Life Catat Kenaikan Klaim 11,8% di 2023, Paling Banyak dari Kesehatan
Hal ini, lanjut Grenz, menunjukan komitmen pihaknya untuk menyediakan perlindungan yang komprehensif, bukan hanya asuransi jiwa dan umum, tapi juga asuransi kesehatan dan syariah bagi masyarakat Indonesia.
“Tentunya ini sejalan dengan tujuan global kami untuk melindungi masa depan lebih banyak lagi masyarakat dan membantu mereka mencapai keamanan finansial,” katanya.
