Meutya Hafid: 230 Juta Warga RI Sudah Digital, Kedaulatan AI Jadi Prioritas
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid menyatakan 80,68% atau hampir 230 juta dari total 278 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet. Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar digital terbesar di dunia.
Meski demikian, Meutya menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar. Pemerintah ingin mendorong transformasi agar Indonesia naik kelas menjadi pencipta teknologi digital global.
“Ke depan kita tidak ingin hanya disebut one of the biggest digital market, tetapi juga menjadi one of the biggest digital creator in the world,” ujarnya dalam peluncuran aplikasi Sahabat-AI di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga
Kemenkomdigi Siap Tertibkan Agen Travel Daring Ilegal demi Lindungi Wisatawan
Ia menekankan pentingnya membangun kedaulatan kecerdasan buatan (AI) atau sovereign AI. Menurutnya, AI Indonesia harus lahir, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk kepentingan nasional.
Meutya menilai AI berdaulat penting agar sistem mencerminkan nilai, budaya, dan keberagaman Indonesia. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku, AI nasional harus memahami konteks lokal.
Pemerintah juga telah menyiapkan Perpres AI yang mengatur etika dan tanggung jawab pemanfaatan teknologi. Regulasi tersebut menetapkan 10 sektor prioritas, mulai dari pangan, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.
Ia menjelaskan transformasi digital Indonesia bertumpu pada tiga pilar, yakni terhubung, berdaya, dan terpercaya. Setelah konektivitas mencapai 80,68%, pemerintah menargetkan akses internet mendekati 100%.
Baca Juga
Satgas PASTI Bongkar Dugaan Penipuan Berkedok Trading Kripto dan Periklanan Digital
Selain memperluas akses, AI diharapkan mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi hingga 8% sesuai target nasional. Kedaulatan data dan teknologi menjadi fondasi agar Indonesia tidak bergantung pada kekuatan asing.
Meutya pun mengajak generasi muda aktif mengembangkan dan menggunakan platform AI lokal.
“Sepintar apa pun teknologinya, tidak akan maksimal tanpa partisipasi pengguna,” tegasnya.

