Seskab Teddy Tegaskan Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan produk dari Amerika Serikat (AS) tetap wajib memiliki sertifikasi halal. Dengan demikian, Teddy menyatakan informasi yang menyebut produk dapat masuk ke Indonesia tanpa sertifikasi halal adalah tidak benar.
Hal tersebut disampaikan Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya Minggu (22/2/2026).
Baca Juga
Kesepakatan Dagang RI-AS Dorong Hilirisasi Produk Perkebunan
“Ada yang bilang kalau produk AS masuk ke Indonesia tanpa sertifikasi halal? Jadi singkatnya begini, Itu tidak benar,” tulis Seskab Teddy.
Pemerintah memastikan seluruh produk yang wajib bersertifikasi halal tetap harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
“Produk yang wajib bersertifikasi pasti harus ada label halalnya, baik dari badan halal di AS maupun badan halal di Indonesia,” jelas Seskab.
Dijelaskan, di Amerika Serikat, lembaga sertifikasi halal yang diakui antara lain Halal Transactions of Omaha (HTO) dan Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA). Sementara di Indonesia, sertifikasi halal dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Selain itu, produk kosmetik dan alat kesehatan tetap wajib memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum dapat dipasarkan di Indonesia.
Seskab Teddy juga menegaskan badan halal Indonesia dan Amerika Serikat telah memiliki mutual recognition agreement (MRA), yaitu perjanjian internasional penyetaraan sertifikasi halal dalam kerja sama global. Dengan adanya MRA tersebut, pengakuan sertifikasi dilakukan secara terstandar dan tetap berada dalam kerangka regulasi nasional.
Baca Juga
Relaksasi TKDN Produk AS Bisa Bebaskan Apple Inc dan Google Rilis Smartphone di Tanah Air, tetapi..
Pemerintah memastikan kebijakan perdagangan Indonesia-AS tidak menghapus kewajiban pemenuhan standar nasional, termasuk ketentuan halal dan perlindungan konsumen.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta memastikan setiap informasi diperoleh dari sumber resmi.

