Israel Gabung Board of Peace, Bagaimana Sikap Indonesia?
Poin Penting
|
SURAKARTA, investortrust.id - Israel menyatakan diri bergabung dengan Board of Peace. Kabar itu disampaikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada saat kunjungannya ke Washington DC, Amerika Serikat (AS), Rabu (11/2/2026) waktu setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
Melalui akun resmi X miliknya, Netanyahu merilis foto mengenai dokumen yang ditandatangani bersama Rubio. Dokumen itu menyatakan Israel bergabung dengan dewan tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang mengatakan bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace, tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak manapun. Bergabungnya Indonesia tersebut ke lembaga itu bukan menjadi legitimasi terhadap kebijakan negara manapun.
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Diplomasi Realistis dan Kehati-hatian Indonesia dalam Board of Peace
“Keiikutsertaan (Indonesia) didasarkan pada mandat stabilisasi, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza di Palestina, sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Keanggotaan negara manapun dalam Board of Peace tidak mengubah posisi prinsip tersebut,” kata Yvonne, dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).
Yvonne mengatakan posisi Indonesia di Board of Peace maupun di semua forum yang ada, sejak awal menuntut penghentian kekerasan terhadap warga sipil, mengecam pelanggaran hukum internasional termasuk hukum humaniter internasional yang terjadi di Gaza, akses bantuan kemanusiaan, serta realisasi solusi dua negara.
“Dalam konteks tersebut, Indonesia melihat pentingnya keterlibatan para pihak yang berkonflik sebagai bagian dari proses menuju perdamaian,” kata dia.
Yvonne mengatakan bahwa Indonesia akan memanfaatkan keanggotaan di Board of Peace untuk juga aktif mendorong keterlibatan otoritas Palestina dan memastikan seluruh proses tetap berorientasi pada kepentingan Palestina.
“Dan menghormati hak-hak dasar rakyat Palestina, serta mendorong terwujudnya solusi dua negara,” ujar dia.

