PU Masih Butuh Rp 74,5 T untuk Bangun Infrastruktur Pascabencana Sumatra
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggono melaporkan progres penanganan infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 72,5%. Angka itu meningkat 20,7% dibandingkan posisi 31 Januari 2026.
“Yang sudah berprogres mencapai 72,5%, meningkat sekitar 20,7% dari data 31 Januari 2026,” ujar Dody dalam Rapat Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Sementara pembangunan hunian sementara bagi 1.300 kepala keluarga baru mencapai rata-rata 47%. Total kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi hingga 2029 diperkirakan mencapai Rp 74,5 triliun.
Baca Juga
Akselerasi Pemulihan Sumatra, Pemerintah Fokuskan Rehabilitasi di 17 Titik Prioritas
“Penyelesaian rehab rekon bisa kami kerjakan paling lambat hingga 2029 dan dibutuhkan sekitar Rp 74,5 triliun,” kata Dody. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun kembali dengan konsep build back better dan ketahanan iklim.
Kementerian PU juga melaporkan penanganan mencakup sektor sumber daya air, konektivitas, sanitasi, hingga hunian sementara. Di sektor air minum, dari 176 SPAM terdampak, sebanyak 153 telah difungsikan kembali. Sementara dua embung terdampak sudah ditangani 100%.
Pada sektor konektivitas, 99 ruas jalan nasional dan 34 jembatan nasional telah 100% difungsikan kurang dari satu bulan pascabencana. Untuk jalan daerah, dari 2.358 ruas terdampak, 93% sudah kembali beroperasi.
Di sektor sanitasi dan persampahan, 15 TPA dan 12 IPLT yang terdampak telah ditangani seluruhnya. Progres sektor ini telah mencapai 100%.
Untuk irigasi dan sungai kewenangan pusat, progres rata-rata mencapai 54,2%. Sedangkan tingkat daerah baru menyentuh 24,5% dan masih terus dipercepat.
“Kami yakinkan pada saat Kementerian Pertanian melakukan proses tanam, air wajib mengalir,” tegas Dody.

