KPK OTT Pejabat DJP dan Bea Cukai, Purbaya: Kita Temani sampai Prosesnya Selesai
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sudah mendengar operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Purbaya menyerahkan kepada KPK terkait proses hukum anak buahnya itu.
“Biar saja kita lihat apa hasilnya OTT itu. Kalau memang orang pajak dan bea cukai ada yang merasa salah ya harus ditindak secara hukum dengan peraturan yang ada,” kata Purbaya seusai mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
OTT Eks Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, KPK Sita Miliaran Rupiah dan Emas 3 Kg
Meski demikian, Purbaya mengatakan akan memberikan pendampingan hukum. Pendampingan tersebut bukan dalam rangka intervensi hukum.
“Kita temani saja sampai prosesnya selesai,” kata dia.
Purbaya belum mengetahui sosok pejabat DJP dan DJBC yang terjaring OTT KPK. Dia mengaku terdapat tiga pegawai DJBC dan delapan pegawai DJP yang diamankan.
Eks bos LPS tersebut mengaku tak terpukul dengan temuan ini. Dia menyebut OTT KPK ini menjadi pintu masuk untuk memperbaiki kinerja jajaran DJP dan DJBC.
“Itu justru merupakan titik masuk untuk memperbaiki pajak dan bea cukai sekaligus. Kemarin kan bea cukai sudah saya obrak-abrik,” kata dia.
Purbaya mengatakan pegawai yang terindikasi salah akan diberhentikan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budhi Utama enggan memberi banyak komentar mengenai penangkapan pegawainya.
“Saya belum tahu ya,” kata Djaka.
Baca Juga
KPK Sita Rp 1 Miliar dalam OTT Kepala KPP Banjarmasin, Diduga Terkait Suap Restitusi PPN
Respons serupa juga disampaikan Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto. Dia enggan menanggapi perkembangan baru mengenai OTT KPK di Banjarmasin dan sudah berkoordinasi dengan penegak hukum.
“Sudah. Kita kerja sama kok,” ujar Bimo.

