Momen Isra Mikraj 1447 H, Menag Ajak Umat Peduli Alam dan Sosial lewat Nilai Salat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa salat tidak hanya memiliki nilai kesalehan spiritual, tetapi memiliki nilai kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kelestarian alam. Penegasan tersebut disampaikan menyambut peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 M.
Dalam peristiwa Mikraj, Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa rasulullah SAW menerima perintah salat lima waktu, yang bukan hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi fondasi pembentukan kepribadian muslim yang beriman, berdisiplin, dan berakhlak mulia.
“Salat yang dilaksanakan dengan penghayatan dan pemahaman benar akan melahirkan pribadi berkesadaran tinggi, memiliki kepekaan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya di Jakarta, dikutip Jumat (16/1/2026)
Baca Juga
147.276 Orang Naik KA JJ Selama Libur Isra Mikraj dan Imlek 2025
Dia mengatakan, salat yang dilakukan benar mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, sekaligus menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan ekologis.
Lebih lanjut, ia menyoroti prinsip thaharah sebagai syarat sahnya salat. Prinsip ini, menurutnya, mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi terhadap lingkungan sekitar. Sementara itu, gerakan dan tata tertib salat mengandung pesan kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri dalam membangun dan memanfaatkan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.
Nasaruddin menegaskan bahwa esensi Isra Mikraj menunjukkan Islam sebagai fondasi etika ekologis. Konsep tauhid, lanjutnya, mengimplikasikan kesatuan ciptaan (unity of creation), bahwa alam semesta merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah SWT.
“Merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah, sementara menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari manifestasi keimanan dan ketaatan kepada-Nya,” ujarnya.
Melalui peringatan Isra Mikraj 1447 H ini, menag mengajak seluruh umat menjadikannya sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ia menilai, krisis lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut hadirnya kesalehan utuh, yakni kesalehan yang tidak hanya tercermin dalam ketaatan beribadah, tetapi dalam sikap menjaga keseimbangan alam dan menggunakan sumber daya secara bijaksana.
Baca Juga
Ini Jadwal Operasional BCA Selama Libur Isra Mikraj dan Imlek 2025
“Kesalehan sejati bukan hanya yang menghubungkan kita ke langit, tetapi juga yang menjaga bumi tempat kita berpijak,” pungkasnya.
Dia berharap peringatan Isra Mikraj ini menjadi titik balik bagi semua umat dalam menguatkan kesalehan spiritual, kesalehan sosial yang menjunjung tinggi keadilan dan kemaslahatan, serta kesalehan ekologi yang diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap kelestarian alam,” tuturnya.

