Prabowo Absen Jajaran Kabinet dan Pejabat Alumni SMA Taruna Nusantara
MALANG, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengabsen jajaran Kabinet Merah Putih dan pejabat yang merupakan alumni SMA Taruna Nusantara. Hal itu terjadi saat Prabowo menyampaikan pidato dalam peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Selasa (13/1/2026).
Mulanya, Prabowo menyapa para menteri Kabinet Merah Putih yang hadir. Beberapa di antaranya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Hadir juga Wamendiktisaintek Stella Christie, Ketua Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan, Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, dan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Pastikan 6 Proyek Hilirisasi Senilai US$ 6 Miliar Siap Jalan, Target hingga 11
Prabowo kemudian menyapa Menteri Luar Negeri (Menlu) yang juga Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara, Sugiono yang merupakan alumni Taruna Nusantara angkatan ke-5. Selanjutnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) yang juga Wakil Kepala LPTTN Prasetyo Hadi yang merupakan alumni Taruna Nusantara angkatan ke-6.
"Menteri Luar Negeri Saudara Sugiono sekaligus beliau adalah Kepala LPTTN, Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara dan juga alumni TN angkatan ke-5, Menteri Sekretaris Negara saudara Prasetyo Hadi, beliau juga alumni TNI angkatan ke-6," kata Prabowo.
Selanjutnya, terdapat Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan alumni Taruna Nusantara angkatan ke-5, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang juga alumni Taruna Nusantara angkatan ke-11, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri yang merupakan alumni Taruna Nusantara angkatan ke-6. Hadir juga Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani hamg merupakan alumni Taruna Nusantara angkatan ke-1, Seskab Teddy Indra Wijaya yang juga alumni Taruna Nusantara angkatan ke-15, dan Komandan Paspampres Mayjen Edwin Sumanta yang merupakan alumni Taruna Nusantara angkatan ke-2.
"Sekretaris Kabinet RI, alumni TN angkatan ke-15, Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya. Komandan Paspampres, alumni TN angkatan ke-2, Mayor Jenderal TNI Edwin Sumanta," kata Prabowo.
Kepala Negara juga menyapa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, Bupati Malang M Sanusi, Kepala Sekolah Taruna Nusantara Kampus Malang Mayjen TNI Muhammad Mahbub Junaidi, serta para pamong, guru, tenaga pendidik, dan pada alumni Taruna Nusantara lainnya.
Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan, SMA Taruna Nusantara didirikan pada 1990 untuk mencari putra-putri Indonesia yang memiliki kapasitas akademis yang unggul untuk dibina dan diberi kesempatan yang terbaik sehingga dapat meraih ilmu pengetahuan dengan cepat dan pada ujungnya dapat menjadi kader bangsa yang berguna. Dikatakan, pembangunan suatu bangsa terletak kepada kemampuan bangsa itu untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kita dapat mencapai tingkat peradaban yang tinggi. Dengan demikian kita dapat memberi kesejahteraan kepada rakyat Indonesia, kita dapat memberi kualitas hidup kepada seluruh rakyat Indonesia untuk hidup dalam kondisi yang baik, hidup lepas dari kemiskinan dan kelaparan," katanya.
Baca Juga
Prabowo Ingatkan Tidak Ada Titipan dalam Seleksi SMA Taruna Nusantara
Prabowo mengatakan, sejak didirikan tahun 1990, SMA Taruna Nusantara banyak mencetak alumni yang menonjol di tingkat nasional. Hal itu terbukti dari banyaknya alumni SMA Taruna Nusantara yang mengemban jabatan strategis saat ini, termasuk di Kabinet Merah Putih.
"Karena sejak 90 sampai sekarang, terbukti bahwa kader-kader lulusan TN telah membuktikan diri menonjol di tingkat nasional. Bahkan di kabinet yang saya pimpin, tadi sudah saya sebut alumni-alumninya, saya kira cukup banyak lulusan TN di tier satu, dan selanjutnya di tier dua, yang selanjutnya juga mulai muncul banyak kader-kader tersebut," katanya.

