Prabowo Kagum Murid Sekolah Rakyat Orasi 4 Bahasa Asing dan Juara Olimpiade Matematika
BANJARBARU, investortrust.id — Presiden Prabowo Subianto dibuat terkesima oleh orasi bahasa asing dari siswa sekolah rakyat. Sejumlah siswa berorasi dalam empat bahasa di hadapan Prabowo saat peresmian 166 sekolah rakyat di 34 provinsi yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
“Luar biasa mereka itu. Yang (pidato) bahasa Inggris luar biasa. Karena saya besar di luar negeri, kalau saya bagus bahasa Inggrisnya, wajar (karena) saya pernah tinggal di daerah-daerah itu, tetapi anak ini, saya kagum juga sama dia tadi,” kata Prabowo.
Baca Juga
Momen Gus Ipul Menangis di Pelukan Prabowo saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat
Bahkan, Prabowo berencana untuk memberikan mengirim para murid sekolah rakyat untuk belajar di luar negeri.
“Mungkin, bagusnya kita kirim juga ke luar negeri. Kira-kira bagaimana?” ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.
Prabowo juga terkesima dengan prestasi para siswa sekolah rakyat. Meski baru berjalan efektif enam bulan, sekolah ini sudah mampu membina siswa bertalenta. Bahkan, terdapat murid sekolah rakyat yang menjadi juara olimpiade matematika.
“Saya kagum, masa baru enam bulan tadi saya lihat, sudah ada yang juara olimpiade. Juara Olimpiade Matematika. Luar biasa,” ujarnya.
Prabowo bahkan mengaku tak kuasa menahan air mata melihat prestasi para murid sekolah rakyat. Prabowo merasa bahagia melihat prestasi dan harapan pada siswa-siswa di sekolah rakyat.
"Saya sangat terkesima, saya sangat terharu bahkan. Mudah-mudahan kamera enggak menuju ke saya tadi, sulit saya tahan air mata juga itu. Sama dengan Mensos (Saifullah Yusuf), kita terharu, kita keluar air mata, karena apa? Karena bangga, karena bahagia melihat anak-anak kita," ungkapnya.
Kepala Negara teringat dengan awal mula lahirnya program sekolah rakyat. Saat itu, Prabowo dan Kabinet Merah Putih tergerak dan mengambil keputusan berani untuk membuat program sekolah rakyat yang dikhususkan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.
"Dan kita tergerak, teringat, kenapa kita teringat, kenapa kita teringat? Bayangkan, bayangkan kalau waktu itu kita, saya dan menteri-menteri tidak ambil sikap yang berani. Mari kita berbuat yang mungkin tidak lazim, kita bikin sekolah terbaik, sekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan, mereka yang dari keluarga yang kondisinya tertinggal," katanya.
Sekolah rakyat didedikasikan negara sebagai upaya memutus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan berasrama gratis. Melalui sekolah itu, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) mendapat kesempatan nyata untuk mengubah masa depan.
Baca Juga
Prabowo Sebut Sekolah Rakyat sebagai Keberanian Negara Ubah Nasib Anak Bangsa
Para siswa yang tampil dan mendapat perhatian Prabowo berasal dari latar belakang keluarga rentan secara ekonomi, dengan orang tua bekerja di sektor informal dan penghasilan terbatas. Murid kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, M Kiendra Lian Damarta yang berorasi dengan bahasa Inggris merupakan anak ojek online dengan penghasilan fluktuatif. Keluarga Kiendra tinggal menumpang di rumah kerabat. Sekolah rakyat membuka jalan bagi Kiendra untuk terus menempuh pendidikan menengah atas.
Terdapat juga Muhammad Nazril Kurniawan yang merupakan anak tunggal dari ayah yang bekerja sebagai cleaning service dengan penghasilan tidak tetap. Selain itu, ada Nazila Barqiah Harum yang berasal dari keluarga pedagang kecil dengan pendapatan tidak menentu, dan siswa dari keluarga miskin lainnya.
Momen yang paling menyentuh dalam acara tersebut adalah ketika siswa Sekolah Rakyat menyampaikan orasi berjudul “Terima Kasih Presiden” dalam empat bahasa, yakni Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang.
Dalam orasi berbahasa Inggris, Kiendra membuka pidato dengan menyebut langsung Presiden Prabowo Subianto dan para menteri Kabinet Merah Putih, sembari menegaskan mereka berdiri di hadapan negara bukan sebagai anak-anak paling pintar, dan bukan pula yang paling beruntung, melainkan anak-anak yang akhirnya mendapat kesempatan.
Melalui orasi berbahasa Arab, siswi SRMA 47 Malang, Jawa Timur, Royya Alma menyampaikan pesan sederhana namun kuat. Bagi Royya Alma dan kawan-kawan, sekolah adalah harapan, dan sekolah adalah masa depan.
Dalam bahasa Mandarin, siswi kelas X SRMA 10 Jakarta Selatan, Nur Aisah, menyatakan melalui sekolah rakyat, anak-anak yang sebelumnya hanya bisa bermimpi kini mendapatkan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat.
Sementara dalam bahasa Jepang, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Probolinggo, Risky Aulia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo karena telah peduli pada mereka, anak-anak kecil yang kelak akan menjadi penerus bangsa Indonesia.
Dalam bagian lain orasi, para siswa juga menyampaikan empati terhadap anak-anak di Palestina yang hingga kini belum bisa bersekolah, serta korban bencana di Sumatra yang kehilangan rumah dan keluarga. Mereka mengajak seluruh anak Indonesia untuk tidak pernah berhenti belajar, karena belajar adalah jalan untuk mengubah nasib dan membangun Indonesia.
Orasi ditutup dengan ikrar para siswa di hadapan Prabowo. Mereka berikrar untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjadi anak-anak yang jujur, berani, dan tidak pernah menyerah.
“This is the student of sekolah rakyat. Long live Indonesian children. Long live sekolah rakyat. Merdeka!”

