Seminar Natal Nasional 2025, James Riady: Kemajuan Teknologi Harus Diiringi Kekuatan Rohani
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Pendiri Yayasan Pelita Harapan (YPH) James Riady menyampaikan refleksi dalam sambutannya di Seminar Natal Nasional 2025. James menyoroti kontradiksi antara kemajuan peradaban manusia yang pesat dengan kemunduran nilai spiritual di era modern.
"Dunia yang maju secara teknologi, tetapi mundur secara rohani. Dunia yang penuh suara tetapi lapar akan kebenaran. Di tengah-tengah inilah kita saksikan perayaan Natal yang semakin sekuler," kata James di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi, Jakarta. Sabtu (3/1/2026).
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perayaan Natal yang kian bergeser menjadi sekadar festival budaya dan ajang komersial. Menurutnya, esensi Natal yang sejati, yakni inkarnasi dan pengorbanan Kristus di kayu salib, seringkali tersisih oleh kemeriahan simbolis semata.
"Kita merayakan kehangatan dan kasih. Tetapi menghindari salib Kristus. Kita berbicara tentang damai. Tetapi mengabaikan Raja Damai yang memberi pengampunan dosa. Kita menikmati sentimen. Tetapi menolak penyerahan diri kepada Tuhan," ujarnya.
Baca Juga
Seminar Natal Nasional 2025, Tuhan Hadir Menyelamatkan Keluarga
Memasuki tahun 2026, James mengajak umat Kristiani dan lembaga-lembaga pendidikan Kristen untuk kembali kepada "jangkar" yang tak berubah, yaitu Firman Tuhan. Ia mengingatkan bahwa sejarah membuktikan kejayaan peradaban besar seperti Mesopotamia hingga Romawi runtuh karena faktor internal kerusakan manusia.
Di akhir sambutannya, James menekankan bahwa Perayaan Natal Nasional yang puncaknya akan diselenggarakan pada Senin mendatang, harus menjadi momentum doa nasional dan pembaruan kesaksian iman, bukan sekadar acara seremonial. Ia berharap gereja dan institusi Kristen memiliki keberanian untuk memimpin dengan kebenaran tanpa harus mengorbankan integritas Injil demi penerimaan sosial.
"Kiranya musim Natal ini tidak berlalu begitu saja. Kiranya tahun 2026 ditandai bukan oleh perayaan yang lebih meriah, melainkan oleh kesetiaan yang lebih mendalam," tuturnya.

