Momen Seskab Teddy Bagikan Permen untuk Anak Terdampak Bencana Sumatra di Tapanuli Selatan
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membagikan permen untuk anak-anak terdampak bencana Sumatra. Momen itu terjadi saat Seskab Teddy mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau Jembatan Bailey Sungai Garoga, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (Sumut), Rabu (31/12/2025).
Dipantau melalui tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Prabowo menyapa sejumlah anak yang berdiri di barisan warga. Anak-anak itu terlihat antusias ingin bersalaman dengan Prabowo. Kepala Negara menyalami dan membelai kepala anak-anak tersebut sambil meninjau kondisi jembatan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo sempat berdialog dengan para pekerja dan masyarakat setempat untuk mendengarkan langsung aspirasi serta kondisi di lapangan. Kepala Negara memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar keselamatan dan target waktu yang telah ditetapkan.
Baca Juga
Prabowo Hentikan Mobil, Sapa Polisi yang Cari Korban Bencana Sumatra
Seskab Teddy yang mendampingi Prabowo kemudian mengeluarkan sejumlah permen dari ransel hitam dan memberikannya kepada anak-anak tersebut. Seskab Teddy juga sempat berbincang dengan anak-anak tersebut. Seskab Teddy tampak menepuk bahu untuk menguatkan dan menghibur anak-anak terdampak bencana.
Salah satu anak tampak mengikuti langkah Seskab Teddy mendampingi Presiden Prabowo menuju kendaraannya.Seskab Teddy kemudian berlari kecil menuju kendaraan dalam rangkaian mobil Prabowo menuju titik selanjutnya.
Baca Juga
Jelang Tahun Baru 2026, Prabowo Turun ke Lapangan Pastikan Pemulihan Pascabencana Sumatra
Jembatan Bailey Sungai Garoga yang dibangun sepanjang 44 meter ini merupakan solusi sementara, namun strategis untuk menggantikan jembatan lama yang rusak akibat bencana alam dan sempat memutus akses ekonomi warga.
Jembatan yang dibangun oleh Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum ini dirancang mampu menahan beban hingga 25 ton. Kehadirannya diharapkan segera memulihkan konektivitas utama antara Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, sekaligus memperlancar arus barang, jasa, serta aktivitas sosial masyarakat.

