Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta Akan Berlangsung Tanpa Kembang Api
JAKARTA, investortrust.id - Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta akan berlangsung sederhana. Tidak ada kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno menyatakan, perayaan malam Tahun Baru 2026 secara sederhana merupakan keputusan Gubernur Jakarta, Pramono Anung.
"Pak Gubernur (Pramono Anung) mengatakan tahun baru ini tidak ada kembang api. Supaya tidak ada kesan kita bermewah-mewah," kata Rano Karno dikutip dari Antara, Senin (22/12/2025).
Baca Juga
KRL Jabodetabek Bakal Beroperasi hingga Dini Hari di Malam Tahun Baru 2026
Rano Karno menyatakan, Jakarta tidak bisa menghindari yang namanya tahun baru. Namun, katanya, perayaan digelar secara sederhana.
"Harus kita lakukan, tetapi dengan skala yang sederhana," katanya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Dasarian II dan III Desember 2025 diperkirakan mengalami curah hujan berkisar 50-150 mm. Sementara itu, puncak curah hujan diprediksi terjadi pada Dasarian I Januari 2026, dengan sebagian besar wilayah Jakarta berpotensi menerima hujan antara 150-200 mm.
Wilayah Bogor bagian selatan sebagai daerah hulu diperkirakan mengalami curah hujan tertinggi yang mencapai 200-300 mm dalam periode sepuluh hari pertama Januari 2026 Hal itu berpotensi meningkatkan risiko banjir kiriman ke wilayah hilir, termasuk Jakarta.
Wagub Rano menekankan pentingnya penguatan early warning system untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana, mulai dari banjir akibat curah hujan tinggi, banjir kiriman, hingga banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta.
"Untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam mengantisipasi curah hujan tinggi, sesuai arahan Pak Gubernur, langkah ini tidak hanya dilakukan di wilayah Jakarta, tetapi juga harus dikoordinasikan dengan wilayah penyangga di sekitar Jakarta,” katanya.
Dari sisi kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta melaporkan telah menyiagakan 612 unit pompa permanen (stasioner) yang tersebar di berbagai rumah pompa serta 590 unit pompa bergerak yang siap dikerahkan ke titik rawan genangan.
Selain itu, Dinas SDA juga telah melakukan normalisasi dan pemeliharaan rutin saluran makro dan mikro, pengerukan sedimen sungai, serta memastikan pintu air berfungsi optimal.
Kemudian, Dinas SDA menyampaikan sejumlah tanggul mitigasi di wilayah pesisir utara Jakarta telah selesai dibangun dan diperkuat untuk mengantisipasi banjir rob. Hal itu seiring dengan peningkatan koordinasi pengoperasian sistem polder dan pintu air pada periode pasang maksimum.
Baca Juga
Kumpulkan Kepala Daerah Usai Tahun Baru, Prabowo Ingin Kota-kota di Indonesia Tidak Kumuh!
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, penyambutan tahun baru harus tetap diadakan di Jakarta, tetapi dengan cara sederhana, seperti atraksi drone. Meski demikian, Pramono dia tidak akan menghalangi masyarakat untuk menyambut tahun baru sebagai bentuk syukur dengan cara masing-masing.
Pramono belum memerinci gelaran yang akan diadakan di Jakarta dalam menyambut Tahun Baru 2026. Namun, dia menyebutkan, akan menyiapkan tempat untuk melakukan doa bersama saat perayaan malam pergantian tahun.
“Pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa, kontemplasi, terutama berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara,” katanya.

