Panitia Natal Nasional 2025 Alokasikan 70% Anggaran untuk Aksi Sosial
BANDUNG, investortrust.id - Panitia Natal Nasional 2025 berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Bahkan, panitia mengalokasikan 70% anggaran perayaan Natal 2025 untuk aksi sosial.
Hal itu diungkapkan Koordinator Seminar Natal Nasional 2025 Pdt Binsar J Pakpahan di Univeritas Parahyangan (Unpar), Bandung, Rabu (10/12/2025).
"Saya sangat senang Ketua Panitia (Natal Nasional), Bapak Maruarar Sirait menyatakan bahwa komitmen kami sebagai panitia, 70% dari seluruh anggaran untuk dibagikan kepada masyarakat Indonesia di seluruh daerah, bahkan mereka yang tidak mampu dan membutuhkan," kata Binsar.
Baca Juga
Seminar Natal Nasional 2025, Kemenag: Tidak Ada Mayoritas-Minoritas, yang Ada Adalah Keadilan
Binsar menyatakan, komitmen Panitia Natal Nasional 2025 itu sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang meminta perayaan Natal 2025 digelar secara sederhana, berdampak, dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Untuk itu, katanya, rangkaian perayaan Natal 2025 diisi dengan beragam kegiatan sosial, selain ibadah dan perayaan itu sendiri. Beberapa di antaranya, penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana, bantuan sosial berupak 10.000 paket sembako, 2.000 beasiswa, renovasi 100 gereja, hingga penyaluran 35 unit ambulans
"Nilai bantuan yang diberikan mencapai lebih dari Rp 40 miliar," katanya.
Dalam kesempatan ini, Ketua Panitia Natal Nasional, Maruarar Sirait mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai rangkaian menjelang perayaan Natal 2025. Prabowo sebelumnya menitipkan pesan kepada Maruarar agar perayaan Natal digelar secara sederhana, berdampak, dan melibatkan banyak berbagai kelompok masyarakat.
Maruarar mengatakan, pesan Prabowo itu dilaksanakan panitia dengan sejumlah langkah. Panitia memutuskan untuk mengalihkan lokasi acara dari semula di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) yang dapat menampung 70.000 tamu undangan menjadi Istora Senayan yang menampung sekitar 3.800 tamu undangan. Dari 3.800 tamu undangan itu, sebanyak 3.800 tamu merupakan ,koster gereja, anak yatim piatu, anak sekolah minggu, dan guru-guru agama.
"Dengan rendah hati, dari setiap yang datang sejumlah 3.000 itu kita berikan bantuan dukungan Rp 1.500.000, itu berarti ada Rp 4,5 miliar yang akan kita bantu," katanya.
Untuk makanan yang disajikan, Maruarar memastikan, panitia tidak memesan katering dan prasmanan. Menu makanan yang disajikan merupakan produk UMKM dari beragam daerah di Nusantara, seperti Tapanuli, Manado, NTT, dan lainnya.
"Supaya nanti kita kasih kesempatan UMKM bisa tampil menyala kita akan berdayakan UMKM," katanya,
Bahkan, kata Maruarar, hiasan pohon Natal tidak menggunakan lampu seperti biasanya. Pohon Natal, katanya, akan dihias dengan buah lokal, seperti mangga Indramayu, dukuh Palembang, jeruk Brastagi, dan salah Bali.
"Kita akan buat bagaimana mengampanyekan buah lokal supaya petani-petani kita juga makin baik," katanya.
Panitia juga tidak mengundang artis ternama untuk mengisi perayaan Natal. Perayaan Natal kali ini akan diisi oleh para penyanyi gereja dari berbagai daerah.
"Mudah-mudahan yang belum terkenal tetapi kualitasnya bagus bisa makn terkenal dari acara itu, sehingga bisa berdampak membuat menjadi lebih terkenal," paparnya.
Baca Juga
Panitia Natal Nasional 2025 Gelar Rangkaian Seminar Bertema Keluarga di 9 Kota
Maruarar mengatakan, Panitia Natal Nasional 2025 menyiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk merenovasi 100 gereja di seluruh Indonesia. Selain itu, panitia juga akan menyalurkan 35 unit ambulans ke 10 titik, yakni Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Toraja, NTT, Mentawai, Nias, dan Tapanuli. Terdapat juga beasiswa pendidikan senilai total Rp 10 miliar untuk 1,000 orang atau masing-masing Rp 10 juta.
"Kita akan distribusikan. Ada 10.320 (penerima). Jadi Rp 10,320 miliar," katanya.
Panitia juga terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah. Maruarar menekankan, anggaran perayaan Natal Nasional 2025 tanpa menggunakan APBN dan BUMN. Anggaran perayaan Natal Nasional 2025 merupakan hasil dari gotong royong masyarakat.
"Artinya kekuatan gotong royong bangsa kita sudah mulai jalan. Tadi Panitia Natal juga sudah bergerak di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara," katanya.

