Maruarar Sirait Sumbang Rp 5 Miliar dari Kocek Pribadi untuk Pembangunan RS Unpar
BANDUNG, investortrust.id - Ketua Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait menyumbang sebesar Rp 5 miliar dari kantong pribadinya untuk pembangunan rumah sakit di Universitas Parahyangan (Unpar), Bandung. Sebagai alumni, Maruarar menyatakan, Unpar banyak berjasa baginya.
"Dengan rendah hati, kalau Unpar mau membangun di kampus Unpar ini rumah sakit, dengan rendah hati sebagai pribadi, tidak menggunakan uang negara, saya akan support dengan Rp 5 miliar buat pembangunan rumah sakit," ungkap Maruarar Sirait saat menyampaikan sambutan dalam Seminar Natal Nasional 2025 di Unpar, Bandung, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga
Seminar Natal Nasional 2025, James Riady Yakin Indonesia Tidak Gelap jika Iman Hidup di Rumah
Maruarar berharap pihak kampus dapat menyusun rencana pembangunan rumah sakit ini. Apalagi, di sekitar kampus terdapat lahan yang cukup untuk membangun rumah sakit.
"Jadi bisa jalan. Jadi kita gercep (gerak cepat). Jangan kita lama-lama," katanya.
Tak hanya pembangunan rumah sakit, Maruarar juga menyumbang Rp 300 juta untuk Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Unpar. Sumbangan itu diberikan untuk penyelenggaraan konser PSM Unpar. Maruarar juga mengundang PSM Unpar untuk menghadiri perayaan Natal Nasional 2025 di Istora Senayan, Jakarta pada 5 Januari 2026 mendatang.
"Saya support buat Unpar mau konser sebesar Rp 300 juta untuk bisa berangkat. Paduan Suara Mahasiswa Unpar semoga bisa bermanfaat untuk adik-adik kita," harapnya.
Maruarar mengatakan, Unpar telah banyak berjasa bagi dirinya sejak awal kuliah pada 1988 hingga lulus 1996. Selama delapan tahun itu, Unpar telah menddik dan menggembleng Maruarar agar dapat menghidupi kehidupan. Maruarar mengingat pesan rektor Unpar saat wisuda dirinya. Rektor meminta Ara untuk tidak merusak nama baik Unpar jika tidak mampu mengharumkan nama almamater.
"Itu pesan yang luar biasa sangat mendalam," katanya.
Selama berkuliah, Maruarar aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa. Mulai dari basket, resimen mahasiswa hingga menjadi manajer Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa (KKBM) Unpar. Koperasi tersebut berkembang pesat hingga memiliki sekitar 11 unit usaha dengan sekitar 41 karyawan.
"Cukup banyak usahanya, ada wartel, sewa DVD, punya angkot, punya klinik, ada koperasi simpan pinjam, ada travel, ada toko buku, toko sepatu, pujasera, fotokopi. Kurang lebih ada 11 unit usaha. Waktu saya masuk tujuh karyawannya, waktu saya keluar ada 41. Rasa-rasanya kalau saya teruskan bisa jadi konglomerat koperasi mahasiswa Unpar. Mudah-mudahan bisa diteruskan dengan baik," katanya.
Dalam kesempatan ini, Maruarar bersama Ketua KWI yang juga Uskup Bandung Mgr Antonius Bunjamin membuka secara resmi rangkaian Seminar Natal Nasional 2025. Seminar ini diselenggarakan oleh Panitia Seminar Nasional sebagai bagian dari agenda resmi Natal Nasional 2025, selain bakti sosial, penyaluran bantuan bencana, bantuan beasiswa, bantuan perbaikan gereja, dan bantuan ambulans di lebih dari 10 titik wilayah di Indonesia.
Secara khusus, melalui kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan, universitas, organisasi kepemudaan, serta pemerintah daerah, rangkaian seminar ini diharapkan mampu memberi pemetaan tantangan keluarga-keluarga di berbagai daerah di Indonesia. Panitia juga berencana menerbitkan buku dalam bentuk elektronik agar bisa dibaca dan menjadi ruang refleksi yang kaya, relevan, dan berdampak bagi keluarga Indonesia di tengah tantangan zaman.
Baca Juga
Panitia Natal Nasional 2025 Gelar Rangkaian Seminar Bertema Keluarga di 9 Kota
Maruarar Sirait menyampaikan seminar ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat melihat kembali peran keluarga sebagai fondasi kehidupan.
“Melalui seminar di sembilan kota ini, kita ingin menghadirkan dialog yang membangun tentang bagaimana keluarga Indonesia dapat terus kuat, saling mendukung, dan tetap menjadi tempat pertama di mana nilai kasih dan harapan itu tumbuh.” ujar Maruarar dalam keterangan resminya pada Rabu (10/12/2025).
Ia menegaskan pelaksanaan seminar di berbagai wilayah, dari barat hingga timur Indonesia, menjadi bukti komitmen Panitia Natal Nasional 2025 untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin. Rangkaian kegiatan dibuka di Bandung melalui kolaborasi dengan Universitas Parahyangan dan PMKRI. Selanjutnya seminar digelar di Medan (11 Desember 2025) bersama GMKI, PGIW, dan Universitas HKBP Nommensen; di Manado (11 Desember 2025) bersama IAKN Manado, UKIT, GMIM, dan SAG, serta di Palangkaraya (12 Desember 2025) melalui kerja sama dengan Keuskupan Palangkaraya, IAKN Palangkaraya, dan STIPAS Tahasak Danum Pambelum.
Kegiatan juga berlangsung di Ruteng (13 Desember 2025) dengan dukungan Unika St. Paulus Ruteng dan Keuskupan Ruteng; di Ambon (15 Desember 2025) bersama UKIM, GPM, IAKN Ambon, dan BKAG; di Toraja (18 Desember 2025) bersama UKI Toraja, Gereja Toraja, IAKN Toraja; di Merauke (19 Desember 2025) bersama Keuskupan Merauke dan PMKRI. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan seminar utama di Jakarta pada 3 Januari 2026 yang diselenggarakan bersama STFT Jakarta dan Kementerian Agama RI.

