Golkar Usul Koalisi Permanen, Jazilul PKB Ingatkan Fokus Bencana Sumatra
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid merespons usulan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia soal pembentukan koalisi permanen. Usulan itu disampaikan Bahlil di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar, Jumat (5/12/2025) lalu.
Jazilul meminta seluruh partai politik dan elemen bangsa memprioritaskan penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra dibanding membahas wacana koalisi permanen. Jazilul menilai penyampaian wacana tersebut kurang tepat di tengah kondisi bencana dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Baca Juga
Puncak HUT Golkar ke-61, Bahlil Ajak Masyarakat Doakan Korban Bencana Sumatra
"Kami menghargai dinamika politik, tetapi melihat situasi hari ini, baiknya semua pihak fokus dulu pada upaya penanganan bencana di Sumatra," kata Jazilul di Jakarta, Selasa (8/12/2025).
Dikatakan, bencana alam yang terjadi di Sumatra mengakibatkan 1.000 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya masih hilang. Puluhan ribu orang lainnya juga kehilangan rumah dan hidup di pengungsian.
"Rasanya kurang pas jika kita meributkan soal keberlanjutan kekuasaan dan koalisi permanen," ujarnya.
Jazilul menegaskan kondisi koalisi partai pendukung pemerintah saat ini tidak menghadapi persoalan berarti. Ia menyebut tidak ada partai politik yang keluar dari koridor kebijakan Presiden Prabowo.
"Jika ada persoalan, itu hanya soal komunikasi dan bisa diselesaikan bersama. Jadi kalau kemudian ada reaksi berlebihan hingga menariknya ke isu komitmen koalisi terhadap pemerintahan, menurut kami itu terlalu jauh," tegasnya.
Baca Juga
PKB menilai seluruh sumber daya nasional harus diarahkan untuk menuntaskan masa tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi wilayah bencana di Sumatera. Selain pemulihan, PKB mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih tinggi.
"BMKG menyampaikan cuaca ekstrem masih akan terjadi dalam waktu dekat. Semua pihak harus siaga dan mengantisipasi kemungkinan bencana hidrometeorologis besar seperti yang menimpa Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat," ungkapnya.

