Kapolri: 221 Jenazah Bencana Sumatra Belum Teridentifikasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa pihaknya mengerahkan tim identifikasi Polri untuk mengidentifikasi sebanyak 903 jenazah korban bencana Sumatra. Ia menyebut dari jumlah tersebut, masih ada yang belum dapat teridentifikasi.
"Terkait dengan kaitannya penanganan jenazah, khususnya yang belum teridentifikasi karena mohon izin dari 903 yang saat ini kami tangani masih ada 221 yang belum teridentifikasi," kata Listyo dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Prabowo mengenai penanganan bencana Sumatra di posko terpadu penanganan bencana alam, Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025) malam.
Listyo menyebut tim Disaster Victim Identification (DVI) dikerahkan unutuk mengidentifikasi jenazah yang menjadi korban di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Besarnya jumlah korban meninggal yang belum teridentifikasi memunculkan kendala teknis di lapangan, terutama terkait terbatasnya fasilitas penyimpanan jenazah agar tidak cepat membusuk. Menjaga kondisi jenazah sangat krusial agar proses identifikasi oleh tim DVI dapat berjalan lancar dan akurat.
Oleh karena itu, Kapolri memohon dukungan Presiden untuk penambahan fasilitas pendingin jenazah atau cold storage di rumah sakit-rumah sakit rujukan di wilayah terdampak, khususnya di Sumatra Barat.
"Ini kadang-kadang membutuhkan tambahan terkait dengan tempat untuk menyimpan mayat. Kalau bisa ditambahkan, mohon izin Pak, sementara ini kami menambahkan kemarin di Sumbar seperti cold storage," jelasnya.
Baca Juga
Pertamina Pastikan SPBU di Wilayah Bencana Beroperasi 24 Jam demi Urai Antrean
Ia menegaskan bahwa fasilitas ini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat dan keluarga korban yang menunggu kepastian. "Sehingga kemudian sampai dengan teridentifikasi, kondisi jenazah masih tetap terjaga," tambahnya.
Selain penanganan korban jiwa, Polri juga mengerahkan kekuatan penuh untuk penanggulangan bencana. Sebanyak 12.397 personel diterjunkan ke lokasi, lengkap dengan tim trauma healing.
Untuk mempercepat pencarian dan evakuasi, Polri mengerahkan unit satwa K9 dan sejumlah alutsista ke tiga provinsi terdampak. Sebanyak 15 personel + 3 ekor K9, serta 3 helikopter dikerahkan di Aceh. Sementara di Sumatra Utara sebanyak 14 personel + 4 ekor K9, serta 2 helikopter. Kemudian di Sumatra Barat sebanyak 10 personel + 10 ekor K9, serta 1 helikopter.
Selain itu, Polri juga menyiagakan pesawat terbang dan kapal untuk mendukung mobilitas antar-wilayah jika diperlukan pergeseran pasukan.Di sektor bantuan kemanusiaan, Polri telah mendirikan posko tambahan dan menyiapkan stok logistik untuk membackup Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kami juga mempersiapkan posko tambahan. Saat ini ada 213 ton beras yang sudah ada di posko dan terdistribusi. Ini untuk mem-back up apabila kegiatan-kegiatan BNPB masih kurang, masih ada stok di kami," ungkap Kapolri.

