MBG Tanah Sirah Dialihkan ke Penyintas Banjir Padang
Poin Penting
| ● | MBG Tanah Sirah dialihkan ke penyintas banjir akibat sekolah diliburkan. |
| ● | Ribuan makanan basah dan kering disalurkan ke posko banjir sejak 27 November. |
| ● | Penyaluran lanjutan menunggu situasi; prioritas antara pelajar dan pengungsi disesuaikan kondisi. |
PADANG, Investortrust.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sirah, Kota Padang, Sumatera Barat, mengalihkan penyaluran menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para penyintas banjir bandang. Kebijakan ini diambil menyusul diliburkannya kegiatan belajar mengajar akibat rusaknya infrastruktur pendidikan setelah bencana melanda sejumlah wilayah Kota Padang.
Kepala SPPG Tanah Sirah Agung Sajdah menjelaskan bahwa pengalihan ini mulai berlangsung sejak Kamis, 27 November 2025. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan berdasarkan arahan Wali Kota Padang serta koordinator SPPG wilayah Kota Padang. “Sejak Kamis (27/11) hingga Jumat (28/11) kami sudah mengalihkan MBG kepada para korban banjir di Kota Padang,” ujarnya pada Sabtu (29/11/2025).
Pada hari pertama penyaluran, SPPG Tanah Sirah menyiapkan 1.200 makanan basah yang didistribusikan ke Puskesmas Ikua Koto di Kecamatan Koto Tangah. Sehari setelahnya, mereka menyalurkan 1.500 makanan kering dan makanan basah ke posko bencana di Lubuk Minturun. Karena kondisi operasional, SPPG tidak menyalurkan MBG pada Sabtu, namun porsi MBG bagi pengungsi sehari sebelumnya telah digandakan. “Hari ini kita tidak beroperasi tetapi Jumat (28/11) porsi MBG bagi pengungsi kita dobelkan,” kata Agung seperti dikutip Antara.
Baca Juga
Siklon Senyar Picu Banjir dan Longsor di Sumbar: 23 Tewas, 12 Hilang
Rencana penyaluran kembali akan dilanjutkan pada Senin, 1 Desember 2025, sambil menunggu perkembangan situasi di lapangan. Jika siswa tingkat SMK sudah masuk sekolah untuk melaksanakan ujian, maka menu MBG akan kembali difokuskan kepada pelajar, terutama dalam bentuk makanan kering. Namun apabila siswa sekolah dasar dan menengah pertama masih harus diliburkan, maka MBG akan tetap dialihkan bagi para penyintas banjir.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova membenarkan bahwa kegiatan belajar mengajar untuk tingkat SD dan SMP diliburkan akibat bencana hidrometeorologi yang merusak sebagian infrastruktur serta memutus akses pendidikan di sejumlah kecamatan. “Betul, dan surat edarannya,” ujarnya.
Berdasarkan laporan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga 29 November 2025. Kondisi ini berkaitan dengan bibit Siklon Tropis 95B yang terdeteksi sejak 21 November 2025 di Selat Malaka sebelah timur perairan Aceh, sehingga meningkatkan risiko hujan lebat dan banjir susulan di wilayah Sumatera Barat.

