Cak Imin dan Nusron Wahid Kirim Doa untuk PBNU: Semoga Badai Cepat Berlalu
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Menteri Agraria Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, memberikan tanggapan terkait dinamika internal yang saat ini tengah dialami oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Cak Imin mengakui sempat membahas mengenai dinamika internal yang dialami oleh PBNU, dalam pertemuannya dengan Nusron Wahid di kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (24/11/2025). Namun Cak Imin enggan membocorkan detail isi pembahasan tersebut.
"Saya dan Nusron setelah rapat resmi pasti berbicara tentang NU. Isinya apa, kita sepakat rahasia," katanya.
Baca Juga
Soal Isu Pemakzulan, Gus Yahya Tegaskan Tak Akan Mundur sebagai Ketum PBNU
Dalam kesempatan yang sama, Nusron Wahid menyampaikan harapan agar dinamika internal yang kini menerpa PBNU agar segera selesai. Bersama dengan Cak Imin, kedua tokoh itu kompak mengirimkan doa terbaik bagi jajaran elit PBNU.
"Kita doakan semoga badai cepat berlalu," sebut Nusron.
Berdasarkan pantauan Investortrust.id, Nusron Wahid menyambangi kantor Cak Imin dalam rangka pembahasan reforma agraria untuk pemberdayaan masyarakat. Nusron yang mengenakan kemeja batik bernuansa cokelat, tiba di kantor Kemenko PM sekitar pukul 14.00 WIB. Keduanya melangsungkan pertemuan terbatas selama hampir 2 jam.
Cak Imin maupun Nusron dikenal sebagai seorang politikus yang sekaligus aktivis NU. Cak Imin diketahui merupakan cucu dari Bisyri Syansuri, yang merupakan salah satu pendiri NU. Sedangkan, Nusron Wahid, merupakan mantan wakil ketua umum PBNU dan juga pernah menjabat sebagai ketua umum Gerakan Pemuda Ansor periode 2011-2016.
Sebelumnya, beredar risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang mendesak Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mundur dari jabatannya. Dalam risalah rapat itu, Rais Aam PBNU mengultimatum Gus Yahya untuk melaksanakan keputusan tersebut dalam waktu tiga hari.
Baca Juga
Berdasarkan risalah yang beredar, rapat harian Syuriyan PBNU tersebut digelar 20 November 2025 pukul 17.00 - 20.00 WIB di Hotel Aston City Jakarta. Dalam risalah tertulis rapat itu mengagendakan pembahasan kelembagaan perkumpulan dan lain-lain. Risalah itu ditandatangani oleh pimpinan rapat yang juga Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar
Rapat itu menghasilkan lima kesimpulan. Pertama, rapat memandang Gus Yahya telah telah melanggar nilai dan ajaran ahlussunnah wal jamaah an nahdliyah serta bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama lantaran menghadirkan narasumber yang terkait dengan jaringan zionisme internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) sebagai narasumber kaderisasi tingkat tertinggi Nahdlatul Ulama.

