Lapor ke Prabowo, BGN Ungkap Mulai Sulit Cari Susu untuk MBG
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai penyediaan bahan baku untuk program makan bergizi gratis (MBG). BGN, ungkap Nanik, mulai mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku MBG, terutama susu.
Hal itu disampaikan Nanik seusai rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Rapat itu turut dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
"Misalnya untuk susu ini kami kan sudah mulai, apa namanya, kesulitan cari susu, ya," kata Nanik kepada wartawan seusai mengikuti ratas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Baca Juga
Realisasi Anggaran Belanja MBG Baru Mencapai 58,2% dari Target
Nanik mengatakan, Presiden Prabowo sudah menginstruksikan membangun peternakan sapi untuk memenuhi kebutuhan susu. Pemerintah menargetkan peteranakan sapi yang dibangun bakal memproduksi 3 juta liter susu per hari.
"Ini segera akan dibuat peternakan yang eh sapi tadi yang nanti bisa memenuhi kebutuhan dari MBG dan juga untuk masyarakat di Indonesia. Akan diproduksi kira-kira 3 juta liter per hari, ya, tadi kalau dari dari sisi susu," katanya.
Selain susu sapi, Nanik menjelaskan pemerintah juga mempertimbangkan untuk memproduksi susu kedelai. Kemudian, Menteri Nusron disebut bakal membuka lahan untuk bahan baku sayuran.
"Pokoknya lebih pada bidang bagaimana untuk penyiapan bahan baku untuk MBG, yang berkait dengan MBG, ya, tetapi secara besarnya adalah, garis besarnya, kemandirian pangan. Jadi, kan kedelai selama ini misalnya impor, impornya kan besar banget, nah nanti itu tidak impor," katanya.
Nanik mengatakan, saat ini, Indonesia masih mengimpor kedelai. Padahal, MBG membutuhkan kedelai untuk bahan baku tahu dan tempe. Diungkapkan, satu SPPG membutuhkan sekitar 200 hingga 300 kilogram tahu dan tempe.
"Itu juga nanti kalau kita tidak menanam kedelai sendiri mungkin ya, ya akan kekurangan juga, gitu. Nah ini kita ini baru 50% ya, eh untuk MBG-nya," katanya.
Baca Juga
Wakil Ketua DPR Klarifikasi Pernyataan Soal MBG Tak Perlu Ahli Gizi
Dengan produksi dalam negeri, Nanik berharap kebutuhan MBG dapat terpenuhi. Dengan demikian, program MBG tak memicu kenaikan harga bahan baku makanan, hingga terjadinya inflasi.
"Kami tidak ingin nanti karena ada MBG, harga bahan makanan ini tinggi kemudian terjadi inflasi, masyarakat nanti yang kena, gitu. Jadi makanya, kami koordinasi, Pak Presiden sudah menginstruksikan," ujarnya.

