Prabowo Respons Maraknya Kasus Bullying di Sekolah: Harus Diatasi
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto merespons maraknya kasus perundungan atau bullying yang terjadi di sekolah. Prabowo meminta berbagai kasus bullying di sekolah segera diatasi.
Hal itu disampaikan Prabowo seusai peluncuran program digitalisasi pembelajaran yang dipusatkan di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025).
"Ya, (bullying) itu harus kita atasi ya," kata Prabowo.
Baca Juga
Prabowo Targetkan 1 Juta Smartboard Dipasang di Seluruh Sekolah pada 2026
Berbagai kasus bullying di sekolah terjadi di sejumlah daerah belakangan ini. Terakhir, kasus dugaan perundungan atau bullying terjadi di SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) hingga menewaskan seorang siswa berinisial MH (13).
MH diduga dipukul menggunakan bangkus besi oleh teman sekelasnya di ruang kelas saat jam istirahat pada 20 Oktober 2025. Sehari setelah kejadian, MH mulai mengeluhkan sakit kepala dan tubuhnya.
Kepada keluarga, MH mengaku sering dipukul, ditendang, dan menjadi sasaran kekerasan fisik oleh teman sekelasnya. MH sempat dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan akibat kondisi yang terus memburuk. MH meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan akan menerbitkan peraturan mendikdasmen baru untuk mencegah bullying di sekolah. Dia berharap aturan baru ini mampu mencegah dan menangani kasus bullying di satuan pendidikan.
"Kalau penanganan yang itu (bullying di SMPN 19 Tangsel), kita nanti akan terbitkan Permendikdasmen untuk memperbaiki permendikdasmen sebelumnya," kata Abdul Mu'ti seusai peluncuran digitalisasi pembelajaran untuk Indonesia cerdas di SMPN 4 Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025).
Abdul Mu'ti mengatakan, permendikdasmen yang akan diterbitkannya ini akan mengatur mengenai pembentukan tim di sekolah untuk mencegah bullying. Tim tersebut akan melakukan pendekatan yang lebih humanis, komperhensif, dan partisipatif.
"Nanti melibatkan orang tua, melibatkan murid, dan juga masyarakat. Sehingga berbagai kekersan yang selama ini terjadi tidak terulang lagi di masa-masa yang akan datang," katanya.
Baca Juga
Prabowo Minta Sekolah Waspadai Pengaruh Game Online dan Bullying
Terkait kasus bullying di SMPN 19 Tangsel hingga menewaskan seorang siswa, Abdul Mu'ti mengaku belum menerima laporan lengkap. Hal ini karena kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.
"Saya belum dapat laporannya, karena sekarang sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Jadi kami belum dapat laporan secara lengkap kasus yang di Tangsel," katanya.

