Wamenkomdigi Tegaskan Penguasaan AI Jadi Kunci Hadapi Bonus Demografi 2035
JAKARTA, Investortrust.id - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan penguasaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi strategi utama menghadapi puncak bonus demografi pada 2035. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing di tengah ketidakpastian global.
“Ini PR besar kita semua untuk membangun sumber daya manusia yang cakap, yang siap menghadapi tantangan baru di dunia yang penuh ketidakpastian,” ujar Nezar dikutip Senin, (27/10/2025).
Baca Juga
Menkomdigi: AI Berpotensi Ciptakan 90 Juta Lapangan Kerja Baru
Ia menekankan teknologi AI kini menjadi bagian penting dalam transformasi digital nasional seiring meningkatnya adopsi generative AI di berbagai sektor. Oleh karena itu, Indonesia perlu memiliki talenta digital yang mampu mengembangkan teknologi AI secara mandiri dan sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa.
“Negara yang berada di global south selalu memakai produk-produk yang dari luar, nilai-nilai yang ada di sana mungkin tidak sejalan. Itulah mengapa kemandirian teknologi menjadi penting,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wamenkomdigi menjelaskan angkatan kerja produktif Indonesia berusia 16–65 tahun akan mencapai 70% populasi pada 2035. Namun, momentum tersebut tidak akan berlangsung lama karena proporsi usia produktif diperkirakan menurun setelah itu.
“Ini adalah kekuatan produktif yang luar biasa, dan kita hanya bisa menikmati itu sampai dengan 2035 di puncak 70% itu, setelah itu dia menyusut, dan selanjutnya sampai 2045 mungkin sekitar 60%-an atau di bawah itu,” jelasnya.
Baca Juga
Marak Penipuan Berbasis AI, Kemenkomdigi Sebut Kerugian Tembus Rp 700 Miliar
Mantan jurnalis itu juga menyoroti tantangan lain, seperti rendahnya lulusan perguruan tinggi dan dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Ia menilai, kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk mempercepat program pengembangan SDM, khususnya dalam penguasaan teknologi dan inovasi digital.
Pemerintah, kata Nezar, kini tengah menjalankan berbagai program prioritas untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era ekonomi berbasis teknologi, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Program tersebut difokuskan untuk mencetak talenta yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah perubahan global yang dinamis.

