Kadin Sambut Positif Inisiasi Pemerintah Buka Magang Berbayar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyambut positif inisiasi pemerintah membuka program pemagangan nasional berbayar. Tahap pertama magang nasional yang rencananya akan dilakukan pada Oktober 2025-April 2026 ini, akan menyerap sebanyak 20.000 lulusan baru perguruan tinggi.
"Magang itu bagus sekali mulanya 20.000 dan ini pemerintah memberikan (gaji) UMR. Ini saya rasa sangat bagus," sambut Anindya saat ditemui usai agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Sabtu (11/10/2025).
Anindya menyarankan agar adanya kerja sama antara pemerintah dengan sektor swasta untuk mengoptimalkan program magang bagi 20.000 lulusan baru perguruan tinggi tersebut. Ia pun mendukung apabila pemerintah berencana untuk menambah kuota peserta magang berbayar ini hingga 100.000 lulusan baru.
Ia meyakini program ini tidak hanya bermanfaat bagi calon peserta magang. Tetapi juga bagi perusahaan, karena berkesempatan mendapatkan tenaga kerja dan pemikiran baru.
"Perusahaan-perusahaan juga membutuhkan tenaga-tenaga kerja baru baru, dan juga pemikiran-pemikiran baru supaya inovasi bisa berjalan. Karena bagaimanapun juga kita mesti ingat bahwa hampir 50% dari dunia kita kan di bawah 30 tahun," ungkapnya.
Baca Juga
Kemenkeu Buka Peluang Tambah Kuota 100.000 Program Magang Pasca Evaluasi
Diberitakan ratusan perusahaan swasta dan BUMN antusias menyambut program pemagangan nasional yang akan diluncurkan pada 15 Oktober 2025. Hingga dua pekan jelang digulirkan, sudah 451 perusahaan dari rencana 544 perusahaan yang mengajukan diri sebagai penyelenggara pemagangan untuk 1.300 posisi dan 6000-an calon pemagang.
Tahap pertama, sebanyak 20.000 lulusan baru perguruan tinggi akan menjalani program Magang Nasional selama enam bulan (15 Oktober 2025 - 15 April 2026) dan akan ditambah jika animo mahasiswa baru (fresh graduate) terus meningkat.
"Hingga hari ini, sudah ada 451 perusahaan yang mendaftar untuk ikut program magang yang akan dijalankan melalui skema kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia usaha," ujar Sekjen Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Cris Kuntadi dalam keterangan Minggu (5/10/2025).

