Rapat RUU TNI di Hotel, Formappi: DPR Cari Tempat Nyaman untuk Berkompromi
JAKARTA, Investortrust.id - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyoroti pembahasan revisi Undang-Undang (RUU) TNI yang dilakukan DPR di hotel mewah. Peneliti Formappi Lucius Karus menilai alasan DPR memilih rapat di hotel agar mudah berkompromi
"Komisi I DPR dan wakil pemerintah memilih rapat di hotel bukan sekadar ingin cari tempat bagus, tetapi mereka cari tempat nyaman untuk berkompromi," kata Lucius kepada Investortrust.id, Senin (17/3/2025).
Baca Juga
Amnesty International Indonesia Ungkap Kejanggalan Proses Revisi UU TNI
Lucius mengungkapkan, kompromi biasanya jadi tahap puncak proses pembahasan legislasi khusus terkait isu-isu krusial. Meski revisi UU TNI terbatas dari jumlah isu, tetapi dalam keterbatasan itu, ada keinginan membuka batasan lahan pelibatan TNI di panggung sipil.
"Jadi bukan soal jumlah beban isu dalam revisi UU TNI yang membuat DPR dan pemerintah memindahkan ruang rapat ke hotel, tetapi lebih ke beban kompromi yang harus ditempuh," ucapnya.
Formappi menilai, sulit kompromi akan tercapai jika pembahasan RUU TNI dilakukan di gedung rapat parlemen. Sebab pihak-pihak lain, seperti jurnalis dan masyarakat sipil bisa mengganggu kenyamanan berkompromi. "Jadi kompromi memang pasti akan afdol di tempat tersembunyi karena melalui kompromi bisa jadi ada banyak hal yang ditransaksikan," ujarnya.
Baca Juga
Panglima Mutasi 86 Perwira Tinggi TNI di 3 Matra, Termasuk Kapuspen dan Pangdam
Lucius menambahkan, pembahasan RUU TNI yang dilakukan diam-diam oleh DPR dan pemerintah kontras dengan animo masyarakat yang ingin turut serta sumbang saran untuk perubahan UU TNI yang lebih baik. Apalagi pemerintah saat ini sedang melakukan penghematan anggaran.
"Ide membuang uang untuk membiayai rapat di hotel itu tak sejalan dengan keinginan melakukan penghematan anggaran. Tidak perlu banyak alasan atau penjelasan untuk menegaskan soal pemborosan dari rapat di hotel itu. Jadi alasan DPR rapat di hotel supaya bisa beristirahat juga tampaknya cuma ngeles saja," kata dia.
Sebelumnya Komisi I DPR menggelar rapat konsinyering di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta. Rapat tersebut kemudian dikritik lantaran dilakukan secara diam-diam dan digelar di hotel mewah. (C-14)

