Menag: Sebanyak 64,98% Calon Jamaah Haji Telah Lunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih)
JAKARTA, Investortrust.id -- Menteri Agama (Menag) Nassarudin Umar menyampaikan sejumlah progres penyelenggaraan ibadah haji reguler dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI. Pada pelunasan tahap I (14 Februari - 14 Maret 2025) sebanyak 132.119 atau 64,98% telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).
"Ini agak sedikit cepat progresnya terutama kita akan lihat dari jemaah haji khusus semuanya terpenhi dengan sangat singkat," kata Nassarudin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Sedangkan 71.201 atau 35,02% lainnya belum melunasi Bipih. Nassarudin mengatakan Kementerian Agama tengah melakukan analisis di sejumlah daerah terkait persoalan tersebut.
"Nanti akan segera kami tindak lanjuti dan sekaligus memberi jalan keluar," ucapnya.
Untuk diketahui Menag dan DPR sebelumnya telah menyepakati Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp89.410.258,79. Sedangkan Bipih 2025 disepakati sebesar Rp 55.431.750,78.
"Tentu kalau lihat dikurangi dari setoran haji yang sudah masuk, jadi jemaah haji riilnya nanti akan membayar sekitar 28 juta Rupiah," ungkapnya.
Nassarudin juga mengungkapkan progres total jemaah haji yang sudah dianalisis dari segi kesehatan (istithaah). Sebanyak 165.613 jemaah (82,37%) sudah diperiksa, 157.796 jemaah (76,48%) telah memenuhi syarat, 673 jemaah (0,34%) tidak memenuhi syarat, dan 5.287 jemaah (2,63%) dalam proses.
Nassarudin mengatakan pihaknya terus melakukan lobi kepada pejabat Arab Saud. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah bertemu dengan menteri kesehatan tentang isu pembatasan maksimum umur ke angka 90 tahunan.
"Saya berusaha meyakinkan menteri kesehatan bahwa kalau boleh kita tidak menggunakan istilah batas umur tetapi istithaah, kan disini juga ada menkes, dan mereka yang menentukan istithaah dari segi kesehatan itu, jadi bukan faktor umur yang jadi penentu tapi faktor istithaah dari segi analisis kesehatan itu. Hari ini Alhamdulilah ada understanding yang sangat bagus antara dua menteri, menteri haji dengan menteri kesehatan," jelasnya. (C-14)

