BPKH Targetkan Dana Kelolaan Haji Rp 188 Triliun pada 2025
BANDUNG, investortrust.id - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menargetkan dana kelolaan haji pada 2025 mencapai Rp 188 triliun, naik 9,5% dibanding Rp 171,65 triliun pada 2024.
Menurut Kepala BPKH, Fadlul Imansyah, kenaikan angka yang signifikan itu tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BPKH 2025.
“Jadi, memang di tahun 2025 RKAT kami untuk pencapaian dana kelolaan itu sebesar Rp 188 triliun,” ucap Fadlul saat ditemui di Hajj Media Camp, Media Gathering BPKH 2025, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2025).
Baca Juga
Kepala BPKH Usul Setoran Awal Ibadah Haji Naik Rp 10 Juta, Begini Alasannya
Fadlul menjelaskan, apabila target dana haji yang dikelola BPKH mencapai Rp 188 triliun, pihaknya mengasumsikan nilai manfaat atau hasil investasi yang akan diterima jemaah haji sebesar Rp 12,98 triliun.
“Nilai manfaat atau hasil investasi yang dihasilkan dari Rp 188 triliun itu seyogianyayanya menjadi Rp 12,98 triliun,” ungkap dia.
Fadlul menyebutkan, dana kelolaan yang ditargetkan mencapai Rp 188 triliun pada 2025 tersebut ditetapkan apabila nilai setoran awal dari biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) naik menjadi Rp 35 juta sebagaimana telah diusulkan kepada Komisi VIII DPR.
“Memang naiknya cukup signifikan, tapi asumsi kenaikan Rp 188 triliun itu karena di dalam model kami ada kenaikan setoran awal dari Rp 25 juta menjadi Rp 35 juta,” papar Fadlul.
BPKH baru-baru ini melaporkan kinerja 2024 kepada Komisi VIII DPR. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) itu terungkap bahwa dana kelolaan BPKH melampaui target, yaitu Rp 171,65 triliun.
Baca Juga
Tren kenaikan juga terlihat dalam pendaftar haji baru pada 2024 yang semula ditargetkan mencapai 385 ribu orang menjadi 398.744 jamaah calon haji. Selain itu, nilai manfaat tumbuh positif dan melampaui target sebesar Rp 11,52 triliun menjadi Rp 11,56 triliun.
"Hingga akhir, 2024 total dana kelolaan BPKH mencapai Rp 171,65 triliun. Secara persentase tercapai 101% di atas target yang ditetapkan yaitu Rp 169,95 triliun," kata Kepala BPKH, Fadlul Imansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/2/2024).

