Survei LSI: Program 3 Juta Rumah Lebih Banyak Diketahui Masyarakat Berpenghasilan Tinggi
JAKARTA, Investortrust.id - Survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan 41,5% publik mengetahui program pembangunan 3 juta rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebanyak 58,5% lainnya menyatakan tidak tahu.
"Yang sudah tahu program ini, walaupun baru awal pemerintahan, sudah mencapai 41,5%, jadi cukup banyak," kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan melalui siaran daring, Rabu (5/2/2025).
Sebanyak 27,6% masyarakat sangat setuju terhadap program 3 juta rumah murah. Kemudian 62,7% masyarakat menyatakan cukup setuju terhadap program tersebut.
Baca Juga
Diminati Banyak Negara, Proyek 3 Juta Rumah Diharap Libatkan Kontraktor dan Pekerja Lokal
Djayadi mengungkapkan, berdasarkan demografi, tingkat pengetahuan publik terhadap program 3 juta rumah murah tergolong merata. Hanya saja, berdasarkan survei tersebut, masyarakat berpenghasilan tinggi justru lebih banyak yang tahu program tersebut ketimbang masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sosialisasinya harus lebih banyak ke masyarakat berpenghasilan rendah yang memang menjadi tujuan atau target program ini," ucap dia.
Berdasarkan data survei yang dirilis LSI, program 3 juta rumah murah hanya diketahui oleh 35,8% masyarakat berpenghasilan kurang dari Rp 1 juta. Sebanyak 37,9% responden yang tahu program tersebut memiliki penghasilan Rp 1 juta hingga kurang dari Rp 2 juta.
Kemudian 40,9% masyarakat yang tahu program 3 juta rumah diketahui berpenghasilan Rp 2 juta sampai kurang dari Rp 4 juta. Sebanyak 53% masyarakat yang tahu program tersebut memiliki penghasilan di atas Rp 4 juta.
Baca Juga
Hashim Ungkap 4 Negara Asing yang Berkomitmen Dukung Program 3 Juta Rumah
"Jadi, ini program yang didukung secara luas tapi sosialisasinya belum maksimal. Ini kan targetnya masyarakat berpenghasilan rendah," papar dia.
Survei yang dilakukan pada 20-28 Januari 2025 itu diikuti 1.220 responden yang dipilih secara acak (multistage random sampling). Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka, dengan margin of error sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%. (C-14)

