Wamendikdasmen Buka Suara soal Kesiapan Makan Bergizi Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq buka suara perihal kesiapan implementasi program makan bergizi gratis. Ia mengatakan, secara umum Kemendikdasmen telah siap membantu untuk mewujudkan makan bergizi gratis, yang diketahui merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Namun ia mengungkap pelaksanaan program makan bergizi gratis secara teknis akan dieksekusi oleh Badan Gizi Nasional.
"Kesiapan ini kan murni oleh Badan Gizi Nasional, kami hanya menyiapkan tempat dan data sekolah. Jadi untuk teknisnya langsung di-handle oleh Badan Gizi Nasional," katanya saat ditemui usai menghadiri peluncuran Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (27/12/2024).
Baca Juga
Viral Pungli Wadah Makan Bergizi Gratis, Wamendikdasmen: Sekolah Jangan Memberatkan
Menurut akademisi Muhammadiyah tersebut, nantinya Kemendikdasmen akan berperan tidak hanya untuk menyiapkan sekolah melainkan menyuplai data pendukung yang dibutuhkan oleh Badan Gizi Nasional. Dari data yang dikirim oleh Kemendikdasmen tersebut, Badan Gizi Nasional nantinya akan melakukan pemetaan terhadap pelaksanaan makan bergizi gratis.
"Nanti ada koordinator di setiap daerah dari Badan Gizi Nasional, ada titik-titik laporan umumnya, nah itu yang berkoordinasi dengan pihak sekolah. Selain itu tentu akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat," ungkapnya.
Baca Juga
Sebelumnya pemerintah melalui Badan Gizi Nasional, akan meluncurkan program makan bergizi gratis mulai 6 Januari 2025. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa persiapan program tersebut sedang berlangsung dan akan dilaksanakan secara bertahap.
“Persiapannya hampir selesai. Program ini akan mulai berjalan secara bertahap mulai 6 Januari 2025,” kata Dadan kepada awak media.
Diketahui pada tahap awal, program ini akan diterapkan di 932 titik di seluruh Indonesia. Selanjutnya, jumlah lokasi akan diperluas menjadi 2.000 titik pada April 2025. Pemerintah menargetkan program ini dapat mencakup 5.000 titik pada Juli hingga Agustus 2025.

