Ridwan Kamil Janji Tindak Tegas Aksi Radikalisme di Jakarta
JAKARTA, investortrust.id - Calon gubernur (cagub) Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK) berjanji akan menindak tegas aksi radikalisme di seluruh wilayah Jakarta bila terpilih menjadi gubernur periode 2024-2029. Ditekankan, pemimpin harus melindungi seluruh masyarakat apa pun agamanya.
''Siap bertindak tegas, karena semua rakyat harus dilindungi oleh pemimpinnya, apa pun golongan dan agamanya. Dan itu sudah saya buktikan selama 10 tahun membangun di wilayah sebelumnya," tegas Ridwan Kamil dalam kampanye bertajuk ''Bersatu dalam Keberagaman untuk Jakarta'' di Pantai Indah Kapuk (PIK), Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta, Jumat (22/11/2024).
Baca Juga
Ridwan Kamil Terima Ulos dari Warga RW 10 Pulogadung, Janji Selesaikan Persoalan Tanah
Ridwan Kamil juga akan mendukung penuh perizinan peribadatan masyarakat non-muslim bila terpilih sebagai gubernur Jakarta. Ridwan Kamil memastikan akan bergerak cepat membela masyarakat yang mengajukan izin mendiringan rumah ibadah.
''Bapak-Ibu yang saya hormati, lebih baik banyak orang ibadah daripada sedikit orang ibadah, betul? Makin banyak rumah ibadah intinya orang Jakarta semakin ingin dekat dengan Tuhan dan agamanya. Pastilah saya dukung 1000%,'' tegas Kang Emil, sapaan akrab RK.
''Kalau urusannya hanya izinnya, di saya pasti hitungannya cepat. Kalau ada dinamika dengan masyarakat pasti saya datang menengahi, jadi wasit, untuk membela mereka yang sedang memohon perizinan,'' sambung dia.
Tak hanya itu, mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) itu juga meyakinkan seluruh warga PIK bahwa dirinya sangat anti-radikalisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila ini.
Saat menjabat menjadi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil sempat digugat oleh pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun, Panji Gumilang dengan nilai fantastis, yakni sebesar Rp 9 triliun.
“Saya membela orang-orang yang akan diganggu oleh radikalisme. Mereka mau bikin negara sendiri yang anti-Pancasila. Itu saya lawan dan mereka sampai menggugat sebanyak ini (Rp 9 triliun). Dan alhamdulillah, karena saya berada di atas kebenaran dan Pancasila, gugatannya ditolak oleh pengadilan. Itu membuktikan saya sejauh itu menjaga keberagaman, saya serisiko itu untuk melawan mereka-mereka yang anti-NKRI,” kata dia.
Ia menambahkan, Jabar semasa kepemimpinannya juga pernah menyabet penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Penghargaan tersebut merupakan buah hasil dari Kurikulum pendidikan anti-radikalisme dan anti-terorisme yang digagas Dedi Supandi kala menjabat kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat.
“Provinsi pertama yang di sekolahnya ada kurikulum anti-radikalisme, itu di provinsi saya sebelumnya (Jawa Barat), supaya anak-anak sekolah dari kecil paham bahwa di Indonesia kita penuh keberagaman, di Indonesia kita harus melawan mereka-mereka yang menyuburkan perbedaan sebagai kebencian. Bahkan, dapat penghargaan dari BNPT sebagai provinsi teladan, dan alhamdulillah indeks kerukunan beragama di Jawa Barat naik dari 72 ke 79 di atas rata-rata nasional,” ujar Kang Emil.
Baca Juga
Ridwan Kamil Sosok Pluralis, Pernah Dituntut Rp 9 Triliun gara-gara Melawan Radikalisme
Ridwan Kamil pun berjanji, seluruh umat beragama, baik Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Kong Hu Cu akan aman dan tentram menjalani peribadatan di seluruh wilayah Jakarta.
“Itulah yang sudah saya lakukan, pembelaan itulah yang akan saya lakukan jika telah terpilih sebagai gubernur, bapak ibu semua. Saya akan melindungi, saya akan urus, saya akan cintai, saya akan meyakinkan bahwa semua bisa hidup nyaman dan mengamalkan semua ajaran-Nya di Jakarta,” katanya.

