Menko AHY Ungkap Tantangan Warga Dunia Capai SDGs 2030
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkap kecemasannya soal cita-cita warga dunia yang ingin mencapai target pembangunan keberlanjutan, yang populer disebut sustainable development goals (SDGs) tahun 2030 mendatang.
Di abad ke-21 ini, AHY menyebut tantangan zaman terus berkembang. Dia mencontohkan, ketegangan geopolitik baik yang terjadi di Eropa akibat konflik Rusia dan Ukraina, hingga meningkatnya eskalasi di kawasan Timur Tengah menjadi catatan tersendiri bagi warga dunia untuk bisa mewujudkan agenda SDGs.
Dia menyinggung adanya kerugian korban jiwa serta material yang tidak sedikit akibat adanya perang.
Baca Juga
Pertamina dan Kementerian Lingkungan Hidup Dukung Program Kali Bersih Sungai Ciliwung
"Oleh karena itu Indonesia tidak sebagai bangsa yang merdeka tapi juga bangsa yang bertanggung jawab pada perdamaian dunia. Mari kita juga terus menyerukan agar dunia kita semakin damai dan kembali fokus pada berbagai cita-cita besar," kata AHY saat memberikan pidato kunci dalam InspiraFest 2024 di The Kasablanka Hall, Jakarta, Sabtu (9/11/2024).
Dia menyebut agenda SDGs 2030 di antaranya adalah mewujudkan dunia yang bebas dari kemiskinan, kelaporan hingga ketimpangan. Dunia memiliki tantangan untuk mewujudkan agenda tersebut, seperti adanya krisis perubahan iklim dan pemanasan global. Dia mengkhawatirkan apabila tidak ditangani serius, akan berakibat fatal terhadap kehidupan di generasi mendatang.
AHY mengatakakn, diperkirakan tahun 2050 mendatang populasi manusia di dunia akan mencapai angka 100 miliar orang. Sementara di Indonesia sendiri, diprediksi akan terus bertambah hingga lebih dari 280 juta orang. Artinya, kata AHY, ketika bumi semakin kering dan menipis sumber daya dimiliki, sementara di satu sisi manusia terus bertambah.
"Maka kelangkaan makin menjadi-jadi. Dan kelangkaan akan berpotensi pada kompetisi yang sengit juga konflik lakan perang antar negara," ujar dia.
Baca Juga
Ketua umum Partai Demokrat itu menyerukan agar bangsa Indonesia tidak boleh kalah dalam persaingan global. Tantangan ini disebut oleh AHY yang membuat Presiden Prabowo Subianto untuk menggalakkan swasembada pangan. Menurut AHY, Prabowo berkeinginan agar Indonesia tidak bergantung dengan bangsa lain, khususnya soal kebutuhan pangan.
"Jangan sampai ada perang yang terjadi nuncung di sana, di daratan Eropa misalnya. Tetapi berdampak pada harga komunitas pangan, yang kemudian kita menjadi kesulitan. Kita juga ingin menjadi negara yang memiliki swasembada energi, jangan sampai perang mengakibatkan harga minyak bumi meningkat drastis dan kita semuanya sangat bergantung," jelas AHY.

