Berbagi Kantor dengan Cak Imin, Pratikno: Optimalkan yang Ada
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia (Kemenko PMK) dipecah menjadi dua kementerian dalam Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Selain Kemenko PMK, terdapat juga Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.
Kemenko PMK dipimpin oleh Pratikno yang sebelumnya menjabat sebagai menteri sekretaris negara (mensesneg) di pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Sementara itu, Prabowo menunjuk Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai menko pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga
Datang ke Kertanegara, Pratikno Diminta Jadi Menteri Prabowo
Pratikno mengatakan, akan berbagi kantor dengan Cak Imin. Kantor Kemenko PMK dan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat berlokasi di kantor Kemenko PMK di Jalan Merdeka Barat, Jakarta.
"Ya ini tadi saya pagi bersama dengan sesmenko PMK melihat ruangan-ruangan, karena ini kan ada penambahan menko, jadi kita gedung PMK akan digunakan untuk dua kemenko, Kemenko PMK sendiri, dan kemenko yang baru, yaitu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat. Tadi kami sudah diskusi dengan sesmenko PMK untuk mana yang disiapkan untuk Pak Menko Muhaimin Iskandar," kata Pratikno di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Pratikno tak mempersoalkan harus berbagi gedung dengan Cak Imin dan jajaran Kemenko Pemberdayaan Masyarakat. Dikatakan, yang terpenting dapat mengoptimalkan ruang yang ada.
"Menurut saya ya kita harus lebih efisien memanfaatkan ruang ya. Kalau dari yang ada bisa kita optimalkan ngapain harus buat yang baru, kita harus optimalkan yang ada," katanya.
Baca Juga
Dilantik Jadi Menko Pemberdayaan Masyarakat, Cak Imin Sebut Tugas Berat
Pratikno menegaskan, tugasnya sebagai menko PMK berbeda dengan tugas Cak Imin selalu menko pemberdayaan masyarakat. Dikatakan, Kemenko PMK lebih fokus pada manusia, seperti pendidikan, kebudayaan, dan kesehatan, sementara Kemenko Pemberdayaan Masyarakat menyangkut kemandirian masyarakat seperti UMKM.
"Kalau PMK lebih ke pengembangan sumber daya manusia, dan kebudayaan. Jadi pendidikan, kesehatan dan seterusnya. Kalau pemberdayaan masyarakat nanti Pak Muhaimin yang menjelaskan lebih kepada pengembangan kemandirian masyarakat, dan seterusnya. Makanya di situ ada UMKM," paparnya.

