Prabowo: Cita-Cita Bangsa Adalah Melihat Wong Cilik Senyum dan Tertawa
JAKARTA, investortrust.id - Prabowo Subianto dalam pidato perdananya sebagai Presiden ke-8 RI menyebut cita-cita bangsa Indonesia adalah melihat rakyat kecil merasakan kebahagiaan karena kebutuhannya tercukupi.
Di hadapan Sidang Paripurna MPR Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2024-2029, Prabowo mengingatkan kekuasaan itu adalah milik rakyat. Oleh karena itu, kekuasaan harus dijalankan untuk kepentingan rakyat, yaitu dengan memenuhi kebutuhan rakyat.
“Cita-cita kita adalah melihat wong cilik iso gemuyu, wong cilik (rakyat kecil) bisa senyum, bisa ketawa," kata Prabowo di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2024).
Baca Juga
Prabowo Terima Kunjungan 9 Tamu Negara Seusai Dilantik, Ada PM Singapura dan Wapres China
Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu mengingatkan kekuasaan adalah milik rakyat dan atas seizin rakyat. Dengan demikian, seorang pemimpin haruslah mengutamakan kepentingan rakyat, alih-alih kepentingan pribadi atau kepentingan orang-orang terdekat.
"Kita harus selalu ingat setiap pemimpin dalam setiap tingkatan harus selalu ingat pekerjaan kita harus untuk rakyat. Bukan kita bekerja untuk diri kita sendiri, bukan kita bekerja untuk kerabat kita, bukan kita bekerja untuk pemimpin pemimpin kita, pemimpin yang harus bekerja untuk rakyat," ujarnya menggebu-gebu.
Pada kesempatan tersebut Prabowo juga mengatakan bangsa merdeka adalah bangsa yang rakyatnya bebas dari ketakutan hingga penderitaan. Termasuk bebas dari kelaparan, kebodohan, penindasan, dan penderitaan.
“Masih ada saudara-saudara kita usianya di atas 70 tahun masih menarik becak, ini bukan ciri-ciri bangsa yang merdeka,” ucapnya.
Baca Juga
Cita-cita melihat kebahagiaan rakyat kecil karena kebutuhannya terpenuhi dapat diwujudkan dengan kerja sama serta kolaborasi dari beragam pihak. Mulai dari pemerintah hingga pengusaha dan pemuka agama.
"Hanya dengan persatuan dan kerja sama, kita akan mencapai cita-cita para leluruh kita, bangsa yang gemah ripah loh jinawi (kondisi masyarakat dan wilayah yang subur makmur), toto tentrem kerto raharjo (keadaan suatu wilayah yang tertib, tentram, sejahtera, serta berkecukupan segala sesuatunya)," katanya.

