Pramono Anung Soroti Rendahnya Gaji Guru Honorer di Jakarta
JAKARTA, investortrust.id - Bakal calon gubernur (cagub) Jakarta, Pramono Anung menyoroti masih rendahnya gaji guru honorer di Jakarta. Hal itu disampaikan Pramono saat ditanya mengenai programnya menyiapkan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global setelah tak lagi menjadi ibu kota negara.
Pramono Anung menyatakan, pemimpin Jakarta harus membereskan persoalan paling mendasar yang dirasakan masyarakat terlebih dahulu. Selain masalah kemacetan, polusi, sanitasi, Pramono Anung mengatakan, salah satu permasalahan mendasar di Jakarta lainnya adalah kesejahteraan guru. Dikatakan, persoalan kesejahteraan guru, terutama guru honorer masih belum terselesaikan hingga saat ini.
Baca Juga
Timnas Indonesia vs Australia, Pramono Anung: Saya Berdoa Bisa Menang 2-0
“Persoalan mengenai guru honorer, ini kan persoalan yang mengemuka di publik,” kata Pramono di Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Dikatakan Pramono, terdapat guru honorer dengan kontrak kerja individu (KKI) dan non-KKI. Untuk guru honorer KKI, gajinya berkisar di angka Rp 5 juta atau sama dengan upah minimum provinsi Jakarta. Namun, untuk guru honorer non-KKI, masih ada yang gajinya minim. Bahkan, ada yang digaji sekitar Rp 1 juta hingga 1,5 juta.
“Bagi guru honorer non KKI, hanya Rp 1 sampai Rp 1,5 juta, terlalu kecil untuk Jakarta," katanya.
Persoalan kesejahteraan guru honorer ini menurut Pramono merupakan persoalan serius. Hal ini mengingat apa pun statusnya, guru merupakan tenaga pendidik yang menyiapkan agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia menjadi SDM unggul.
"Padahal yang dididik adalah anak-anak yang sama, sehingga dengan demikian problem yang begitu, yang kecil-kecil seperti itu lah yang harus diselesaikan kalau saya diberi amanah jadi gubernur,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) ini.
Baca Juga
Cagub-Cawagub DKI Jakarta Pramono-Rano Sebut Timnas Bisa Menang Lawan Australia
Pramono berjanji program-program yang ditawarkannya untuk warga Jakarta tidak muluk dan mengawang hingga mustahil untuk dikerjakan. Untuk itu, Pramono mengaku terus belanja masalah dengan turun ke masyarakat.
“Saya dalam maju sebagai calon gubernur ini tidak memakai politik atau program yang terlalu diawang-awang, tidak bisa dikerjakan. Saya lebih banyak melakukan belanja masalah di lapangan, mendengarkan termasuk dengan berbagai narasumber apa yang menjadi kebutuhan utama,” katanya.

