Bantah Hubungannya dengan Jokowi Retak, Prabowo: Ada yang Adu Domba
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertahanan (Menhan) yang presiden terpilih Prabowo Subianto, buka suara soal isu yang menyebut hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) retak. Isu itu sebelumnya mencuat dalam siniar di kanal Youtube milik salah satu media massa. Dalam siniar itu disebut hubungan antara Prabowo dengan Jokowi diambang keretakan.
Dalam pidato politiknya di Kongres VI PAN di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Sabtu (24/8/2024), Prabowo menyebut adanya pihak yang ingin mengadu domba dirinya dengan Jokowi.
Baca Juga
"Ternyata Prabowo dan Jokowi sudah retak, retak di mana retaknya? Selalu mau adu domba, selalu adu domba," kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra ini menegaskan hubungannya dengan Jokowi baik-baik saja. Baginya pertarungan dalam kontestasi Pilpres 2024 lalu telah usai. Prabowo mengajak seluruh elite politik untuk menghadirkan kegembiraan di tengah-tengah masyarakat. Prabowo menekankan tidak akan terpancing dengan adu domba yang dilakukan pihak tertentu.
"Kalau ada yang tidak mau move on ya biarlah, tidak apa-apa. Kita tidak mau terpancing, kita juga bukan anak kecil," tegasnya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga meminta seluruh pihak untuk tidak mengorek informasi tentang dirinya. Saat ini, kata Prabowo, elite politik seharusnya dapat bergotong-royong membantu kesulitan masyarakat.
"Jangan ngintelin lawan politik, tidak enak itu, sudah-sudah stop, jangan terlalu maju lagi," sebut dia.
Baca Juga
Ia menyinggung sejumlah pihak yang mengaitkan dirinya dengan sejumlah isu yang kemudian dituangkan melalui siaran siniar atau podcast. Sementara di sisi lain, Prabowo mengungkap kinerjanya sebagai menhan justru tidak digubris oleh pihak-pihak tertentu.
"Dia lebih tahu Pak Prabowo mikirnya apa dari saya sendiri, kadang-kadang kalau saya mau tahu, apa sih yang Pak Prabowo pikirkan, saya cari podcast itu, lebih tahu dari aku," katanya.
Sebelumnya, anggota Fraksi Partai Gerindra DPR, Kamrussamad membantah kabar yang menyebutkan hubungan Prabowo dengan Jokwoi mulai retak lantaran parlemen membatalkan pengesahan revisi Undang-Undang (UU) Pilkada.

