517 Kepala Daerah Simak Arahan dari Jokowi di IKN, 35 Absen
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan sebanyak 517 kepala daerah dari total 552 kepala daerah seluruh Indonesia hadir dan menyimak pengarahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (13/8/2024). Kepala daerah yang hadir terdiri dari 38 gubernur, 98 wali kota, dan 416 bupati.
"Dapat kami laporkan kepada Bapak Presiden bahwa jumlah kepala daerah saat ini, gubernur ada 38 orang, wali kota ada 98 orang, dan bupati ada 416. Total 552 orang. Hadir saat ini langsung 517 gubernur, wali kota, bupati, baik penjabat maupun yang definitif," kata Tito dikutip dari Antara.
Baca Juga
Jokowi kepada Seluruh Kepala Daerah: Selamat Datang di Ibu Kota Nusantara
Menurut Tito, terdapat 35 kepala daerah yang berhalangan hadir. Terdapat kepala daerah yang sakit, harus mengikuti sidang paripurna DPRD, hingga tidak kebagian tiket pesawat.
"Semua gubernur sudah tiba sejak tadi malam menginap di Hotel Nusantara. Bupati dan wali kota semua menginap di Balikpapan dan tadi jam 6 dari Balikpapan," ujar Tito.
Tito mewakili seluruh kepala daerah yang hadir mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberikan kesempatan hadir di Istana Negara IKN.
Saat membuka pengarahannya, Jokowi menyampaikan selamat datang di IKN kepada para kepala daerah yang hadir.
"Selamat datang di Ibu Kota Nusantara," kata Jokowi kepada para kepala daerah yang dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden.
Jokowi mengungkapkan, istana yang ada di Bogor dan Jakarta merupakan bekas kolonial. Dicontohkan, Istana Negara sebelumnya dihuni oleh Gubernur Jendera Pieter Gerardus van Overstraten yang menjabat pada 1796-1801. Kemudian, Istana Merdeka dihuni oleh Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge yang menjabat periode 1875-1881.
"Saya juga kaget, ternyata Istana Negara dan Istana Merdeka berbeda," katanya.
Selanjutnya, kata Jokowi, Istana Bogor dihuni oleh Gubernur Jenderal Belanda Gustaaf Willem Baron van Imhoff yang menjabat periode 1736-1740. Jokowi mengaku selalu dibayang-bayangi oleh kolonialisme saat berada di istana-istana tersebut.
"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa itu sekali lagi Belanda. Bekas gubernur jenderal Belanda. dan sudah kita tempati 79 tahun. bau-baunya kolonial, selalu saya rasakan setiap hari, dibayang-bayangi," katanya.
Jokowi menekankan, IKN dibangun untuk menunjukkan Indonesia memiliki kemampuan dalam membangun ibu kota negara sesuai dengan keinginan dan desain sendiri.
"Kita ingin menunjukkan bahwa kita punya kemampuan untuk juga membangun ibu kota sesuai dengan keinginan kita, sesuai dengan desain kita," katanya.
Baca Juga
Di Sidang Kabinet, Prabowo Tegaskan Lanjutkan IKN, kalau Bisa Percepat
Jokowi pada mulanya bertanya kepada para gubernur, bupati, dan wali kota mengenai kondisi IKN. Jokowi mengakui, pembangunan IKN butuh waktu yang panjang dan baru dimulai sekitar dua tahun lalu. Untuk itu, kondisi yang saat ini dilihat para kepala daerah masih jauh dari kata selesai.
"Jangan keliru ini belum selesai. mungkin baru 20%-an. dan titik-titik spot yang dibangun di sini juga bukan hanya kawasan inti pemerintahan yang ada Istana Presiden, Istana Wapres kemudian kemenko, kementerian. banyak yang masih belum dibangun," katanya.

