Prof Tjandra Yoga: Virus Covid-19 yang Merebak di Singapura Tergolong Ringan
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama menyebut merebaknya kasus Covid-19 di Singapura terjadi karena galur virus jenis KP.1 dan KP.2. Dua galur ini merupakan kelompok dari subvarian JN.1 yang merupakan bagian dari Omicron.
Tjandra melihat kasus Covid-19 yang merebak di Singapura tergolong ringan. Ini karena tidak ada dampak berarti pada perawatan di rumah sakit dan ICU.
“Karena itu, tampaknya akan dapat dikendalikan dengan baik dan akan turun lagi sesudah puncak kasusnya tercapai. Sekali lagi kasusnya umumnya adalah ringan,” kata Tjandra, kepada investortrust.id, Kamis (23/5/2024).
Tjandra mengatakan secara umum di dunia virus Covid-19 merupakan berjenis Omicron subvarian JN.1 dengan galurnya termasuk KP.1 dan KP.2. Keduanya ini dikelompokkan dengan panggilan FLiRT sesuai dengan istilah teknis mutasi yang terjadi.
Baca Juga
Covid-19 Mengganas di Singapura, Permintaan Alat Tes Melonjak
“KP2 ternyata lebih mudah menular daripada KP1, dan KP2 ini sudah dikategorikan sebagai variant under monitoring (VOM) oleh WHO,” ujar dia.
Tjandra mengatakan sehubungan kejadian di Singapura ini, maka pemerintah perlu mengikuti dengan saksama peningkatan kasus di negara tersebut dan di negara lain, seperti India.
“Tetap memonitor ketat adanya varian dan subvarian Covid-19 bersama turunannya di negara kita. Baik kalau kini diinformasikan ke publik tentang sudah ada atau tidak virus Covid-19 KP.1 dan KP.2 di negara kita dan kalau ada maka di daerah mana,” ucap dia.
Terakhir, Tjandra menyarankan seluruh pihak untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan memberi prioritas penting bagi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

