Aktivitas Gunung Lewotobi Meningkat, Zona Merah Diperluas
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas radius zona berbahaya erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Keputusan itu diambil melihat peningkatan aktivitas gunung yang berstatus level IV atau Awas tersebut.
Plt Kepala Badan Geologi, M Wafid menjelaskan zona berbahaya diperluas menjadi 5 km dari kawah Gunung Lewotobi Laki-Laki. Sementara arah utara-timur laut diperluas hingga 6 km.
"Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi serta sektoral 6 km pada arah utara-timur laut," ucap Wafid melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (17/1/2024).
Wafid juga mengimbau warga dan pemerintah daerah (pemda) setempat mewaspadai potensi banjir lahar dingin apabila hujan mengguyur kawasan Gunung Lewotobi. Terutama warga yang bertempat tinggal di sekitar sungia-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi.
"Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki agar mewaspadai potensi banjir lahar pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi," ujarnya.
Mengantisipasi erupsi yang masih terus berlangsung, Badan Geologi juga mengingatkan warga sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki agar menggunakan masker untuk menghindari bahaya abu vulkanik.
"Mengimbau agar masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki agar memakai masker untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," tuturnya.
Pada hari ini saja, Gunung Lewotobi tercatat sudah 2 kali erupsi. Letusan pertama terjadi pada 08.23 WIRA dengan kolom abu setinggi 700 meter dari puncak dengan awan panas guguran mencapai 2 km ke arah utara-timur laut.
Lalu erupsi kedua terjadi pukul 15.52 WIB dengan kolom abu teramati hingga 1.500 meter di atas puncak.

