Tolak Pelaporan terhadap Jusuf Kalla, Pigai Tekankan Pentingnya Dialog
JAKARTA, investortrust.id -- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyayangkan adanya laporan polisi terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Menurut Pigai, jalan dialog akan jauh lebih baik untuk tetap menjaga persaudaraan antarsesama anak bangsa.
Pigai meyakini tidak ada intensi Jusuf Kalla untuk mendiskreditkan kelompok agama tertentu dengan pernyataannya.
"Saya Menteri HAM tidak sepakat dengan laporan polisi terhadap Pak JK. Saya tolak tegas," kata Pigai dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga
Kubu JK Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Terkait Polemik Ijazah Jokowi
Menurut Pigai pelaporan tersebut tidak ada manfaatnya. Ia memandang JK sebagai sosok negarawan. Menurutnya, dialog merupakan jalan terbaik dalam menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.
"Saya tidak yakin ada intensi buruk untuk mendiskreditkan agama tertentu. Adapun hal-hal yang jika dianggap tidak tepat bisa melalui upaya klarifikasi, melalui jalan dialog, tanpa perlu melapor polisi," ujarnya.
Menurut Pigai, masyarakat perlu menahan diri dan tidak mudah terpancing dengan narasi-narasi yang saling membenturkan hanya karena perbedaan agama. Pigai menilai membenturkan kelompok masyarakat yang satu dengan yang lain melalui isu agama hanya akan merugikan bangsa Indonesia.
"Jauh lebih penting saat-saat ini kita menjaga kesejukan, persatuan dan kesatuan. Tempuh jalur dialog," ucap Pigai.
Baca Juga
Jusuf Kalla Terima Anugerah Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian dari Dewan Pers
Sebelumnya sejumlah organisasi masyarakat melaporkan JK ke polisi. Pelaporan tersebut terkait pernyataan JK dalam ceramahnya yang menimbulkan polemik dan berpotensi menyimpang dari ajaran agama. Namun, pihak JK membantah bahwa ia tidak sedang mengajarkan teologi, melainkan menyampaikan pelajaran tentang bagaimana konflik bisa terjadi dan pentingnya meluruskan pemahaman tersebut untuk mencapai perdamaian.

