Pemerintah Siapkan 277 Hotel untuk Haji 2026, Layanan Kesehatan Gandeng RS Arab Saudi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah terus mematangkan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memaparkan kesiapan total infrastruktur mulai akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan yang diklaim lebih mendekat ke pusat ibadah.
Menhaj merinci pemerintah telah mengamankan ratusan hotel di dua kota suci untuk menampung jemaah Indonesia. Untuk di Makkah, sebanyak 177 hotel telah disiapkan yang tersebar di lima wilayah strategis, yakni Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyan, dan Aziziyah. Sementara itu, untuk di Madinah, jemaah akan ditempatkan di 100 hotel.
"Seluruh hotel di Madinah berada di wilayah Markaziyah. Ini memudahkan jemaah karena tidak memerlukan kendaraan lagi untuk berjalan menuju Masjid Nabawi," ujar Irfan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4/2026),
Baca Juga
Menhaj Siap Stop Bahasan War Ticket Haji jika Dinilai Terlalu Prematur
Untuk urusan logistik, kata dia, pemerintah juga telah mengontrak puluhan vendor katering guna menjamin asupan nutrisi jemaah. Tercatat ada 51 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah yang siap melayani konsumsi jemaah selama berada di tanah suci.
Terkait transportasi, Menhaj memastikan kesiapan armada bus antarkota untuk mobilitas jemaah antara Madinah, Makkah, dan Jeddah. Selain itu, layanan bus shalawat akan beroperasi penuh selama 24 jam untuk mengantar jemaah dari pemondokan menuju Masjidil Haram dan sebaliknya. "Bus Masyair juga sudah kita siapkan untuk mengangkut jemaah dari hotel menuju Arafah, kemudian ke Muzdalifah hingga ke Mina saat puncak haji nanti," tambahnya.
Layanan Kesehatan Gandeng Saudi German Hospital
Salah satu poin krusial yang disorot adalah penguatan layanan kesehatan. Pemerintah menyediakan 40 klinik kesehatan di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Untuk memberikan proteksi maksimal, setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi satu dokter dan satu tenaga kesehatan.
Baca Juga
Menhaj Siap Stop Bahasan War Ticket Haji jika Dinilai Terlalu Prematur
Tidak hanya mengandalkan fasilitas mandiri, Menhaj mengungkapkan pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama strategis dengan salah satu jaringan rumah sakit terbesar di Arab Saudi. "Untuk klinik-klinik kesehatan kita, kita bekerja sama dengan rumah sakit besar di Saudi, yaitu Saudi German Hospital,” tegas Menhaj.
Dengan kesiapan infrastruktur yang mencakup 277 hotel dan puluhan klinik kesehatan ini, pemerintah berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lebih lancar dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah.

