WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Sepanjang 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil mencatatkan penurunan signifikan total kewajibannya, yang mencakup penurunan utang usaha sebesar Rp1,79 triliun serta utang berbunga senilai Rp2,08 triliun. Angak tersebut menunjukkan penurunan masing-masing 29,5% dan 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan demikian perseroan berhasil menekan total kewajiban sebesar Rp3,87 triliun sepanjang 2025.
Sementara itu dari sisi kinerja operasional, WIKA membukukan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun, yang memperkuat total kontrak berjalan menjadi Rp50,52 triliun. Namun jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, telah terjadi penurunan angka kontrak baru. Sebagaimana diberitakan, pada akhir tahun 2024 perseroan berhasil mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 20,66 triliun.
Disampaikan Corporate Secretary WIKA, Ngatemin (Emin) dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (3/4/2026), penurunan kontrak baru sejalan dengan perlambatan pasar konstruksi nasional di tahun 2025. "Meski demikian, perseroan tetap membukukan Rp17,46 triliun kontrak baru, yang mencerminkan daya saing yang tetap terjaga," tutur Emin.
Baca Juga
Andalkan Inovasi Modular Terbaru, Wika Gedung (WEGE) Tuntaskan Mess Transmigrasi di Rempang Batam
Atas perolehan kontrak tersebut, Perseroan berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp20,45 triliun dan meraih laba kotor senilai Rp1,13 triliun. Menariknya, margin laba kotor atau Gross Profit Margin (GPM) mengalami peningkatan menjadi 8,5% dari tahun sebelumnya yang berada di angka 7,9%. Kenaikan margin ini terutama didorong oleh performa bisnis inti di sektor infrastruktur, gedung, serta EPCC.
Efektivitas manajemen proyek WIKA juga tecermin pada EBITDA operasi yang tetap positif di angka Rp426,52 miliar. Menurut Emin, angka ini menunjukkan adanya keunggulan operasional (operation excellence) yang tetap terjaga meskipun proses restrukturisasi internal masih terus berjalan.
Masih menurut Emin, perseroan secara agresif melakukan percepatan penyelesaian piutang melalui delapan langkah stream penyehatan keuangan, sehingga nilai piutang berhasil ditekan hingga 29,2% menjadi Rp4,58 triliun pada akhir tahun 2025, sementara nilai pekerjaan dalam proses konstruksi sebesar Rp1,15 triliun atau sebesar 34,6% di tahun 2025.

