IHSG Berpeluang Lanjut Rebound, Saham VKTR hingga AKRA Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/3/2026), berpeluang lanjutkan penguatan menguji resistance 7.340. Tiga saham pilihan yang direkomendasikan beli adalah VKTR, EMTK, dan AKRA.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji resistance di 7.340. Jika berhasil breakout di atas level tersebut, peluang IHSG menuju area 7.500 terbuka. Dari sisi sentimen, pasar juga ditopang oleh ekspektasi pembagian dividen, agenda RUPS, serta rilis laporan keuangan emiten yang berpotensi menjadi katalis tambahan.
Baca Juga
Iran Isyaratkan Jalur Aman Terbatas Hormuz, Harga Minyak Turun Lebih dari 2%
“Di sisi lain, koreksi harga minyak memberikan dampak positif terhadap persepsi risiko fiskal, khususnya terkait potensi tekanan terhadap defisit APBN yang mulai mereda,” tulis riset tersebut.
Penguatan indeks juga akan dipengaruhi berlanjutnya kenaikan bursa saham Wall Street, yaitu Dow Jones menguat 0,66%. Penguatan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,54% dan Nasdaq mencapai 0,77%.
Di tengah peluang penguatan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham VKTR dengan target harga Rp 760-820, EMTK dengan target harga Rp 875-940, dan AKRA dengan target harga Rp 1.370-1.395.
Kemarin, IHSG ditutup naik signifikan sebanyak 195,28 poin (2,75%) menjadi 7.302,12. Rentang pergerakan 7.053-7.302 dengan nilai transakasi Rp 21,13 triliun. Lompatan ini sejalan dengan penguatan hampir seluruh bursa saham Asia dipimpin Nikkei. Adapun saham dengan penopang utama lompatan indeks hari ini adalah saham ITMG, ASII, AMMN, TLKM, PTRO, RAJA, AADI, dan DSSA.
Baca Juga
Emas Kembali Bersinar Saat Minyak Turun, Pasar Cermati Sinyal Damai AS–Iran
Kenaikan tersebut juga sejalan dengan peningkatan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry menguat 5,98%, sektor energi naik 5,15%, sektor konsumer primer naik 3,84%, sektor infrastruktur 3,45%, sektor konsumer primer 3,84%, dan sektor konsumer non primer 2,31%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan kesehatan.
Seiring dengan lompatan indeks tersebut, sejumlah saham ini catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ESTI naik 34,96% menjadi Rp 166, ICON naik 34,55% menjadi Rp 148, BELL melesat 34,23% menjadi Rp 149, dan WOWS naik 33,93% menjadi Rp 75. ARA juga melanda saham SOTS naik 25% menjadi Rp 875 dan SSTM naik 25% menjadi Rp 625, FUJI naik 24,83% menjadi Rp 372, dan GULA naik 24,46% menjadi Rp 346.

