BSA Logistics (WBSA) Gelar IPO 1,8 Miliar Saham, Bidik Dana hingga Rp 306 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) bersiap melaksanakan Penawaran Umum Perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 20,75% saham. Saham tersebut ditawarkan dengan rentang harga Rp 150-170 per saham.
Berdasarkan prospektus yang dirilis Rabu (25/3/2026), perusahaan di bawah Sinarmas Group ini menawarkan sebanyak-banyaknya 1,8 miliar saham biasa atau setara 20,75% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan kisaran harga penawaran Rp 150-170, perseroan berpotensi meraup dana maksimal Rp 306 miliar.
BSA Logistics menetapkan masa penawaran awal sepanjang 25–27 Maret 2026 dan masa penawaran umum pada 1–8 April 2026. Adapun pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 10 April 2026.
Baca Juga
IHSG Ditutup Melesat 2,75% Didorong Sektor Industri, Saham ARA Bertaburan Dipimpin ESTI
Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan, dengan hak yang sama dan sederajat, termasuk hak atas dividen, hak suara dalam RUPS, serta hak atas saham bonus dan hak memesan efek terlebih dahulu sesuai ketentuan.
Manajemen BSA menyebutkan bahwa dana hasil IPO saham, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk dua keperluan utama. Sebesar Rp 215 miliar dialokasikan untuk mengakuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) sebanyak 191.250 saham atau setara 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh BIL.
Sementara itu, sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional, menjaga likuiditas, serta memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda perseroan.
Baca Juga
Laba CDIA Melonjak 281,7% di 2025, Segmen Ini Penyumbang Utama
Secara bisnis, perseroan bergerak di bidang logistics & deliveries, yang mencakup angkutan multimoda, angkutan barang umum dan khusus, pergudangan dan penyimpanan, aktivitas cold storage, bonded warehousing, serta aktivitas perusahaan holding.
Saat ini, kegiatan usaha yang telah dijalankan meliputi angkutan multimoda, angkutan barang, pergudangan, cold storage, serta aktivitas holding.

