Induk Usaha Indointernet (EDGE) Cetak Pembiayaan Hijau Pusat Data Terbesar di Indonesia Senilai US$ 665 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Induk usaha PT Indointernet Tbk (EDGE), yakni Digital Edge mengumumkan penutupan pembiayaan hijau senilai US$ 665 juta untuk pengembangan fase pertama Kampus CGK berkapasitas 500 megawatt (MW) di Kawasan Industri GIIC, Bekasi.
Investasi infrastruktur digital yang diberi nama CGK Campus tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan multi‐fase senilai US$ 4,5 miliar. CGK ingin dijadikan salah satu kampus pusat data hyperscale siap‐AI terbesar di Indonesia.
Pembiayaan dimaksud, dilakukan di bawah kerangka pembiayaan hijau (green financing framework) milik Digital Edge dan merupakan pembiayaan hijau terbesar yang pernah diamankan untuk proyek pusat data di Indonesia
“Hal ini sejalan dengan ambisi perusahaan untuk mencapai karbon netral pada 2030 dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam penyediaan infrastruktur digital berkelanjutan di Asia Pasifik,” jelas Chief Financial Officer Digital Edge Jonathan Walbridge, dikutip pada Selasa (17/3/2026).
Manajemen menilai, saat ini Indonesia berada pada fase percepatan transformasi digital, dengan permintaan terhadap kapasitas pusat data, layanan cloud, dan infrastruktur AI yang terus meningkat.
Pembiayaan hijau berskala besar seperti ini dipercaya mendukung penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), serta komitmen Indonesia menuju Net Zero 2060. “Sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi digital nasional yang semakin signifikan,” sambung Jonathan.
Baca Juga
Indointernet (EDGE) Optimistis Dua Rute Jaringan Fiber Tambahan, Rampung Akhir 2025
Dia menegaskan, nilai pembiayaan yang setara lebih dari Rp 10 triliun itu memperlihatkan tingginya kepercayaan lembaga keuangan global dan nasional terhadap potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekosistem digital berkelanjutan di kawasan.
Pembiayaan hijau tersebut dipimpin oleh BNP Paribas, Clifford Capital, Crédit Agricole CIB, DBS, Mizuho, OCBC, PT Bank Central Asia Tbk, dan SMBC sebagai Mandated Lead Arrangers. Sementara itu, Crédit Agricole CIB, DBS, dan PT Bank Central Asia Tbk bertindak sebagai Green Facility Coordinators dalam transaksi tersebut.
“Capaian ini terwujud berkat dukungan kuat dari mitra pembiayaan kami, baik yang sudah lama bekerja sama maupun yang baru, yang berbagi komitmen terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab,” tutur Jonathan.
Kampus CGK dirancang secara khusus untuk mendukung beban kerja AI dan aplikasi data‐intensif dengan performa tinggi serta efisiensi energi. Fasilitas ini menargetkan annualized PUE (Power Usage Effectiveness) sebesar 1.25 dan dilengkapi sistem air daur ulang, rencana integrasi energi terbarukan, serta persiapan untuk memperoleh sertifikasi LEED.
Infrastruktur kawasan GIIC yang dilengkapi sistem air daur ulang double‐loop menjadi faktor penting yang memungkinkan penerapan desain berkelanjutan pada skala pembangunan kampus ini.

